Sukses

Penyebab Nyeri Dada Kiri

12 Mar 2015, 19:58 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok, akhir2 ini saya sering sakit dada sebelah kiri apalagi saat cemas. Tadi ketika saya selesai makan, tiba2 dada terasa berat dan sesak nafas. Setelah 40an menit hilang. Kira2 apa sakit saya ? apakah sakit jantung ? Mohon penjelasannya. Terimakasih dok.

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sejak kapan Anda merasakan keluhan tersebut? Bagaimana karakteristik nyeri dada yang Anda rasakan? Apakah terdapat pemicu nyeri dada? Apakah terdapat suatu hal yang dapat meredakan nyeri dada? Berapa lama nyeri dada yang Anda rasakan? Apakah disertai keluhan lain seperti mual, muntah, keringat dingin?

Keluhan nyeri dada kiri dapat disebabkan berbagai hal, antara lain: 

  • Nyeri karena masalah otot dan tulang: biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri akan membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain

  • Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak

  • Nyeri karena saluran pencernaan: biasanya karena maag/GERD. Gejala lain dapat berupa rasa asam atau pahit di mulut, rasa panas atau nyeri di ulu hati. Nyeri ini berkurang dengan pemberian obat lambung atau maag

  • Nyeri dada karena masalah psikologis atau stress

  • Nyeri dada akibat gangguan jantung yang akan dijelaskan lebih lanjut.

Nyeri Dada Akibat Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan obat jantung yang diletakkan dibawah lidah (nitrogliserin sublingual). 

Selain gejala, tentunya dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan rekam jantung (EKG) untuk memastikan apakah keluhan yang Anda alami disebabkan karena penyakit jantung. Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti :

  • Merokok, berapapun jumlahnya

  • Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi

  • Hipertensi

  • Kadar kolesterol HDL yang rendah

  • Diabetes Mellitus

  • Usia lanjut

  • Obesitas (IMT > 25 mg/m2)

  • Kebiasan kurang bergerak/aktivitas fisik

  • Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita).

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner yang disebabkan oleh penumpukan plak-plak lemak sehingga menyebabkan aliran darah dan nutrisi ke jantung berkurang. Pencegahan penyakit jantung koroner antara lain adalah perubahan gaya hidup yang meliputi:

  • Olahraga teratur, tidak perlu olahraga intensitas tinggi, oleharaga intensitas sedang 20 menit per hari seperti berjalan dan bersepeda

  • Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kontrol tekanan darah Anda dengan obat yang diberikan dokter, selain itu hindari konsumsi garam berlebih. Konsumsi garam dibatasi 2 sendok teh per hari untuk orang dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung

  • Kontrol gula darah

  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan

  • Hindari konsumsi lemak berlebih seperti goreng-gorengan dan makanan bersantan

  • Hindari stress

  • Hindari rokok dan asap rokok.

Nyeri Dada Akibat Peningkatan Asam Lambung

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obatan anti nyeri, steroid, anti kolinergik yang tidak sesuai dengan indikasi kesehatan.

Bagaimana dengan gejala yang Anda rasakan? Oleh karena itu, untuk memastikan penyebab nyeri Anda, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang terkait lainnya.

Berikut beberapa artikel yang berkaitan dengan keluhan Anda:

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar