Sukses

Hubungan HNP dengan Pasca Induksi

28 Aug 2015, 18:09 WIB
Wanita, 26 tahun.

saya baru saja mengalami gangguan kehamilan,usia kandungan saya pada saat itu 14 minggu dan dokter kandungan saya menyatakan bahwa janin dikandungan saya mengalamai anencepaly,dan saya sudah cek ke dokter kandungan lain dan hasilnya juga sama,kemudia saya segera mengikuti saran dokter untuk mengeluarkan janin dengan induksi.sebulan pasca kejadian tersebut kemudia saya mengalami ngangguan lain,yaitu setelah diperiksa dokter syaraf ternyata saya mengalami hnp lumbal L4/L5.apakah ada kaitannya antara pasca induksi dengan sakit hnp saya dok?trimakasih....

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Hernia nukleous pulposus (HNP), suatu keadaan dimana sebagian atau seluruh bagian dari nukleus pulposus mengalami penonjolan kedalam kanalis spinalis. Salah satu faktor risiko HNP adalah pekerjaan, seperti terlalu sering mengangkat beban berat, sehingga menyebabkan tekanan pada tulang belakang dan menyebabkan penonjolan nukleus pulposus.

Proses induksi untuk mengeluarkan janin yang tidak viable tidak berkaitan dengan faktor resiko terjadinya HNP. Jadi dalam hal ini anda perlu mengenal faktor resiko lainnya yang menjadi alasan dari penyakt HNP yang Anda alami.

HNP paling sering terjadi di daerah lumbal (tulang belakang bagian bawah), tersering di L3-L5. Gejala yang muncul berupa nyeri kronik dan biasanya hebat pada lokasi penjepitan saraf, kesemutan/baal, nyeri dapat menjalar ke paha/kaki, gangguan buang air kecil/disfungsi seksual, sampai kelemahan anggota tubuh/kelumpuhan. Nyeri biasanya dipicu oleh perubahan posisi tubuh, membungkuk, batuk, mengejan, mengangkat beban, atau suhu dingin.

Untuk menghindari dan mencegah perburukan kondisi maka anda perlu memperhatikan faktor resiko yang dapat menyebabkan kelainan tersebut;

  • perhatikan postur tubuh saat mengangkat beban berat yang berada di lantai. Tubuh harus dalam keadaan lurus dengan posisi kaki jongkok. Jangan mengangkat beban berat mulai dari posisi membungkuk.
  • Perhatikan posisi anda pada saat batuk atau bersin yang keras. Pada saat bersin individu cenderung untuk terlebih dahulu membungkukkan badannya kebelakang (tulang belakang teregang), dan selanjutnya terjadi gerakan membunggkuk kedepan secara cepat (menyebabkan terjepitnya saraf tulang belakang).
  • Olahraga teratur agar otot punggung, tungkai dan perut lebih kuat, antara lain: jalan, lari, berenang.
  • Perhatikan posisi saat duduk dan berdiri jagalah agar selalu dalam posisi tegak.
  • Hindari duduk terlalu lama, selingi dengan berdiri dan bergerak.
  • Hindari kegemukan karena berat badan berlebih akan turut membebani tulang belakang.
  • segera memeriksakan diri kepada dokter terdekat bila anda mengalami gejala-gejala saraf terjepit seperti yang telah dijelaskan diatas.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar