Sukses

Pembalut Herbal dan Siklus Haid
20 Jan 2015, 13:23 WIB
Wanita, 28 tahun.

Bbrp bin terakhir haid saya sering mundur, stlah memakai pembalut herbal haid saya kembali teratur. Tp stlh saya memakai pembalut biasa haid saya kembali mundur bahkan sampai 45hari. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. Siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama. 
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Kegemukan atau indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Malnutrisi (kurang gizi)
  • Stres psikologis
  • Atlet, atau aktivitas fisik berat
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid

Selain gangguan hormonal, dapat juga terjadi gangguan organ kandungan. Untuk memastikannya, dapat dilakukan pemeriksaan USG kandungan. 

Anda dapat Anda dapat mencoba beberapa tips dibawah untuk mengatasi haid yang tidak teratur:

1. Hindari Aktifitas Fisik yang Berat

Terlalu lelah adalah salah satu penyebab utama terlambatnya proses siklus haid. Hal ini karena tubuh membutuhkan sejumlah energi untuk meneruskan proses menstruasi secara teratur. Ketika jumlah energi habis karena adanya aktifitas yang berat, maka haid tidak datang tepat pada waktunya. Dan ketika siklus tidak lancar, maka sindrom pra-menstruasi juga dapat dirasakan. Untuk itu jagalah kondisi tubuh agar tetap fit dan tidak kelelahan.

Tubuh setiap manusia memiliki ambang lelah yang berbeda-beda, tergantung dari ketahanan stamina tubuh seseorang. Stamina dapat dilatih dengan berolahraga secara teratur Untuk memulai, cobalah jogging selama 15 menit dahulu, kemudian dilatih untuk menambah waktu minimal hingga 30 menit sehari.

2. Hindari Stres

Di atas batang otak manusia, terdapat satu struktur yang disebut hipotalamus. Hipotalamus memiliki beberapa fungsi dan yang terpenting adalah menghubungkan sistem saraf dengan kelenjar endokrin melalui kelenjar hipofisis atau pituitasi. Hipotalamus mengatur berbagai tingkatan hormon, termasuk hormon-hormon reproduksi wanita, yaitu esterogen dan progesteron.

Bila seorang wanita berada pada tekanan mental ekstrim seperti stres, maka produksi esterogen dan progesteronnya akan terganggu. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur. Sama dengan stamina, ambang stres setiap orang juga berbeda- beda tergantung dari ketahanan jiwanya. Ketahanan jiwa berhubungan dengan tubuh yang sehat. Oleh karena itu, dengan melatih tubuh berolahraga teratur, tubuh akan menjadi lebih segar dan memiliki stamina yang baik sehingga tidak mudah terserang stres.

3. Asupan Gizi

Asupan nutrisi tepat untuk kebutuhan gizi tubuh sangat diperlukan. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kelenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada.

Hindari minuman bersoda, minuman keras apalagi rokok. Mulailah dengan menjaga pola makan yang berkualitas. Yang penting bukan kuantitasnya, tapi kualitas nutrisi yang ada di setiap makanan atau minuman. Mulailah mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan segar, sayur, gandum dan tinggalkan junk food dan makanan berlemak.

Mengenai pengaruh pembalut pada siklus haid, hingga saat ini belum terdapat hasil studi medis yang menunjukkan kaitan antara jenis pembalut terhadap siklus haid seseorang. Mungkin terdapat faktor lain seperti yang telah disebutkan di atas yang mempengaruhi keterlambatan siklus haid Anda. Sebaiknya disarankan untuk menggunakan pembalut biasa karena bahan-bahan yang ditambahkan pada pembalut dapat menyebabkan reaksi alergi pada daerah vagina. Memang hal ini bersifat individual, namun layaknya penggunaan pantyliner yang menggunkan pewangi tertentu, maka pembalut yang ditambahkan ramuan herbal tertentu dapat menyebabkan alergi dan iritasi daerah vagina sehingga menyebabkan keputihan. Bila Anda menjaga kebersihan vagina dengan baik, maka secara langsung vagina Anda akan terhindar dari masalah-masalah kesehatan tanpa perlu pencegahan dengan menggunakan ramuan tertentu. Namun jika Anda tidak menjaga kebersihan vagina dengan baik, maka ramuan herbal tidak dapat mencegah masalah kesehatan pada vagina, justru dapat memperberat masalah.

Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan:

  1. Bersihkan bagian luar vagina dengan air hangat dan juga sabun lembut tanpa pewangi. Lebih baik lakukan pada saat mandi sore hari. Selain karena air hangat menciptakan efek relaks, air hangat juga dapat meredakan nyeri jika sedang menstruasi.
  2. Kenakan celana dalam katun, jenis tekstil yang terbuat dari serat alami, sehingga kulit tetap dapat bernapas, sirkulasi udara lancar, dan membuat perasaan menjadi lebih segar. Jika sedang mengalami keputihan, gantilah celana dalam 3 kali sehari.
  3. Jika sedang mengalami menstruasi, gantilah pembalut setiap 4 jam.
  4. Setelah buang air, pastikan arah membersihkan vagina adalah dari depan ke belakang. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kotoran atau virus yang berasal dari saluran pembuangan tidak sampai ke area vagina. Selain itu jangan lupa untuk mengeringkan vagina menggunakan handuk bersih atau tissue.
  5. Hindari berbagai produk pembersih, sebab  belum dapat dipastikan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Jika sampai terpaksa harus menggunakan pembersih vagina, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan dan kebidanan tentang produk apa yang harus digunakan.

Berikut ini beberapa artikel yang dapat menambah informasi Anda:

Jika dengan tips di atas keluhan Anda masih dirasakan, kami sarankan agar Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan penanganan optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar