Sukses

Sirosis Hati Dan Diabetes

28 Aug 2015, 19:02 WIB
Wanita, 58 tahun.

dear klikdokter. saya mau tanya mama sekrang terkena penyakit diabetec, dan baru diketahui penyakit sirosis hati. Untuk penykit 2 ini, dalam jenis makanan apakah ad pantangan? setelah itu apakah penyakit sirosis hati merupakan penyakit menular? pada waktu pemeriksaan tidak ad hepatitis b atau c. mohon dapat ditanggapin. terimaksih. suriany

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Pada dasarnya penyakit Sirosis Hati dan diabetes adalah dua penyakit yang berbeda. Jadi bisa saja orang yang sudah mengidap penyakit Sirosis Hati bisa juga mengidap penyakit diabetes. Berikut kami akan menjelaskan mengenai diabetes mellitus.  

Darah manis atau dalam istilah medis dikenal sebagai diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dimana terjadi kenaikan kadar gula dalam darah akibat ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin (hormon yang mengatur kadar gula darah) secara adekuat, atau tubuh tidak dapat merespon insulin sehingga kadar gula dalam darah menjadi tinggi. Keadaan ini dapat memicu penyakit lainnya seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, gangguan saraf dan pembuluh darah, dan sebagainya. 

Lalu bagaimanakah seseorang terdiagnosis dengan diabetes? Diagnosis diabetes didasarkan pada hal-hal berikut 

  • Kadar gula darah puasa Anda sama dengan atau lebih besar dari 126 mg/dL
  • Hasil tes gula darah sewaktu (hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir ) lebih dari 200 mg/dL disertai dengan gejala klasik
  • Anda memiliki tes toleransi glukosa oral dengan hasil lebih dari 200 mg/dL
  • Tes HbA1c Anda lebih besar dari 6,5%

Adapun gejala klasik yang dimaksud adalah (3P) yaitu polydipsia (minum lebih sering), polyphagia (makan lebih sering), dan polyuria (kencing lebih sering), disertai penurunan berat badan. Gejala lainnya antara lain pandangan mata kabur, parestesia (rasa baal, tebal, atau kesemutan) pada anggota tubuh bagian bawah, terdapat infeksi jamur (sebagai contoh: balanitis pada pria), tubuh lemah.

Selain hasil pemeriksaan di atas, seseorang juga dapat mengidap diabetes bila memiliki faktor risiko berikut:

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi: 

  • Riwayat diabetes di keluarga
  • Umur (risiko meningkat seiring usia bertambah)
  • Riwayat diabetes saat hamil (diabetes gestasional) bagi wanita
  • Riwayat berat badan lahir rendah (<2500 gram)

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi: 

  • Berat badan lebih (IMT >23, atau BB >120% BB idaman)
  • Aktivitas fisik kurang; hipertensi (tekanan darah >140/90 mmHg)
  • Dislipidemia (kolesterol HDL=35 mg/dL, trigliserida ≥250 mg/dL)
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Diet tidak sehat (asupan tinggi gula dan rendah serat)

Pada penanganan diabetes, perlu juga diperhatikan hal berikut: 

  • Perencanaan makan yang baik, melakukan 3J (Jumlah, Jadwal, dan Jenis). 
  • Aktivitas fisik atau olahraga yang teratur. 
  • Penggunaan obat yang diminum (anti diabetik) ataupun terapi suntik insulin. 
  • Monitor kadar glikemik, diskusikan target kadar glukosa darah dengan dokter yang merawat 

Mengenai penanganan diabetes, hingga saat ini diabetes belum dapat disembuhkan. Penelitian medis dalam pengembangan obat tradisional, serta jenis terapi lainnya masih terus gencar dilakukan. Yang dapat Anda lakukan adalah mengontrol diabetes tersebut agar Anda dapat beraktivitas seperti biasa. Penanganan diabetes memerlukan edukasi, pengaturan makanan (diet), aktivitas fisik, dan obat-obatan jika perlu. Adapun pengobatan untuk diabetes antara lain golongan obat hipoglikemik oral (OHO) ataupun terapi suntik insulin. Jenis obat tersebut dapat digunakan secara sendiri-sendiri maupun dalam kombinasi, disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Sedangkan Sirosis hati merupakan suatu kondisi terminal dari penyakit hati kronik. Di Indonesia, seringkali penyakit ini disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan C. Jika pada ibu anda dapat dipastikan bahwa penyebab bukan karena hepatitis, maka sirosis hati itu sendiri tidaklah menular. Yang menular, adalah virus hepatitis yang ada dalam tubuh penderita hepatitis yang bisa saja telah mengalami sirosis tersebut. Untuk memastikannya, anda dapat terlebih dahulu bertanya kepada dokter yang merawat ibu anda, apa penyebab sirosis yang diderita ibu anda.

Beberapa hal yang harus dilakukan jika Anda terkena penyakit hati diantarnya:

  • Istirahat cukup, hindari aktifitas yang berlebihan.
  • Biasanya pasien penyakit hati sering mengeluh rasa tidak nyaman di perut dan mual. Hindarilah makanan yang memicu mual seperti kopi, makanan dengan bau yang memicu mual, makanan pedas, dan makanan tinggi lemak dan tinggi gula. 
  • Konsumsi lebih banyak sayur dan buah
  • Cukupi kebutuhan cairan
  • Tidak mengkonsumsi alkohol, alkohol dapat memperparah kerusakan hati.
  • Jangan sembarangan minum obat anti nyeri karena ada yang bersifat hepatotoksik (merusak hati)

Selain itu, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan secara teratur.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar