Sukses

Belum Hamil 1 Tahun & Terdapat Burung di Rumah

16 Jan 2015, 14:14 WIB
Wanita, 23 tahun.

dok , mau nanya .. saya sudah menikah 1 th , dan blm hamil .. dirumah , mertua saya memelihara perkutut .. kotoran serta bulu nya sering rontok dan terbang .. apakah ada dampak negatif dari kotoran serta bulu tsb , sehingga saya belum hamil..?? sebelumnya ada saudara saya yg pernah hamil 8 bln , bayinya meninggal di kandungan karena virus ayam .. dari situlah , saya mulai takut .. mohon infonya .. terima kasih ..

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu : belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Lalu bagaimanakah frekuensi dan kualitas hubungan seksual Anda selama ini?

Apabila telah memenuhi kriteria infertilitas primer di atas, maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya, baik dari pihak suami maupun istri. Diperlukan pemeriksaan seperti USG rahim, dan juga terdapat pemeriksaan lain seperti HSG ataupun kadar hormon. Namun tentunya pemeriksaan tersebut dilakukan jika diperlukan dan jika dicurigai adanya kelainan yang mengarah ke masalah kesehatan tertentu Selain Anda, suami Anda juga perlu menjalani beberapa pemeriksaan seperti anatomi organ reproduksi dan analisis sperma. Pemeriksaan analisis sperma dapat menjadi acuan informasi mengenai kesehatan sperma.

Untuk mendapatkan keturunan, Anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya jika haid Anda teratur. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan Anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.

Jika haid Anda tidak teratur, untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumus Penghitungan Masa Subur:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11 

Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila ingin hamil.
  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control(CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).

 

Merujuk dari cerita Anda, bahwa di lingkungan rumah terdapat burung perkutut dan kotoran serta bulu nya sering rontok memang perlu dikhawatirkan. Dalam kotoran burung dapat terkontaminasi infeksi toksoplasma. Infeksi toksoplasma dapat menyebabkan gangguan pembuahan (konsepsi) jika memang Anda ingin segera hamil. Oleh karena itu kami sarankan Anda melakukan pemeriksaan TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes).

Infeksi Toksoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondii. Parasit ini biasanya menggunakan hewan kucing sebagai inang utamanya (hospes definitif) di samping hewan-hewan lain jenis mamalia dan burung  yang mungkin terinfeksi.  
Toksoplasma memiliki beberapa cara untuk masuk ke dalam tubuh Anda, yaitu :

  • Secara tidak sengaja menelan tinja kucing yang mengandung telur toxoplasma. Umumnya cara ini tidak disadari, misalnya makan dengan tangan yang telah terkontaminasi sehabis berkebun, membersihkan tempat makan kucing atau barang-barang lain yang sudah terkontaminasi
  • Mengonsumsi daging hewan yang terlah terkontaminasi dan tidak dimasak secara matang
  • Mengonsumsi air yang telah terkontaminasi
  • Untuk menghindari faktor risiko tertular toksoplasma, yang dapat anda lakukan adalah :
  • Hindari konsumsi daging mentah atau setengah matang
  • Cuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi
  • Hindari kontak tangan dengan tanah atau gunakan sarung tangan karet bila akan berkebun
  • Cuci tangan segera setelah berkebun atau berkontak dengan tanah
  • Jika Anda memelihara kucing atau burung, jaga kebersihannya, jangan biarkan kucing Anda berkeliaran di luar rumah atau bulu dari burung bertebaran di lingkungan rumah. 
  • Apabila Anda merencanakan kehamilan, mintalah anggota keluarga lain untuk membantu Anda membersihkan kucing Anda termasuk memandikannya, mencuci kandang, tempat makannya, dan menggunakan sarung tangan plastik untuk membersihkan kotorannya

Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dan suami dapat segera dianugerahi buah hati!

Berikut kami sertakan artikel:

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar