Sukses

Bengkak Pada Tungkai

12 Mar 2015, 10:29 WIB
Wanita, 50 tahun.

Beberapa minggu belakangan ini,dr mulai tungkai kaki sy kebawah kaki bengkak,sudah konsul ke dokter n cek lab.hasil asam urat n kolestrol,dikasi simvas,piroxivam,alofar,tp kaki msh suka bengkak klo kelamaan duduk n berdiri.seblom bengkak mukai.dtungkai rasa kyk kemeng n kyk kencang.kyk darah turun semua kebawah Mhn bantuan dokter sy hrs bagaimana.sdh 2 dokter.obat yg sama yg sy trima.

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Pembengkakan pada tungkai bisa disebabkan beberapa hal diantaranya adalah penyakit gagal jantung kongestif, kelainan ginjal, dan hati, varises, serta infeksi seperti selulitis dan flegmon. Apabila yang terjadi adalah infeksi, ditandai dengan kemerahan di kaki, kaki yang sakit terasa lebih panas dari jaringan yang sehat, nyeri, dan dapat disertai dengan demam. Bagaimana dengan keluhan Anda? Apabila tidak ada tanda infeksi, apakah  Anda ada riwayat sakit jantung, hati, atau ginjal? Bagaimana dengan frekuensi buang air kecil Anda?Pernahkan riwayat sakit kuning sebelumnya? Adakah keluhan nyeri dada kiri yang memberat saat beraktivitas? Apakah Anda memiliki varises di tungkai?

Untuk menangani keluhan tersebut sebenarnya memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter dan pemeriksaan penunjang. Apabila disertai gejala infeksi, dapat digunakan golongan antibiotika jenis lain seperti clindamicin. Clindamicin digunakan 4x sehari dosis 150 mg per tabletnya. Untuk penurun demam dapat digunakan paracetamol 3x sehari, apabila nyeri belum berkurang dapat diberikan asam mefenamat sebagai pengurang rasa nyeri. Pemberian antibiotika oles juga membantu penyembuhan, seperti golongan asam fusidat 2%. Menjaga kebersihan luka juga sangat penting untuk penyembuhan. Namun apabila bukan infeksi, harus dilakukan penegakan diagnosis melalui wawancara mendalam dan pemeriksaan penunjang menyeluruh.

Untuk menangani keluhan Anda, kami menyarankan untuk segera mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk penatalaksanaan lebih lanjut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar