Sukses

Dapatkah IUD Menembus Rahim?

15 Jan 2015, 22:02 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dok, Saya sudah pasang iud nova t slama 3 th, tpi blom pernah periksa. Pada awal2 saja slama setahun. Tpi haid lancar setiap bulan dan volumenya banyak. Pikir saya slama haid masih normal pasti masih aman. Suami saya jg tdk ada keluhan thdp saya. Yg ingin saya tanyakan, apa bisa iud spiral bisa menembus rahim lalu lari je jantung?Karena ada kasus kawannya teman saya meninggal dunia kty akibat iud.. Trus ada jg kasus iud nyasar di saluran pencernaan.. Sya jdi ngeri.. Yg kedua ada pengaruhnya tidak kalau saya terlalu cape atau kerja berat thdp iudnya sendiri yg didalam rahim karena saya sering mengalami sakit perut dan seperti turun peranakan saya. Bgaimana harusnya dok..

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Metode kontrasepsi IUD dapat memberikan efek samping berupa peningkatan jumlah darah menstruasi, nyeri, atau perdarahan. Efek samping yang terjadi bervariasi, dan dapat berbeda pada masing-masing individu, ada yang berat dan ada yang ringan. Pemakaian KB IUD juga memerlukan kontrol dalam waktu yang teratur yaitu 1 bulan pasca pemasangan, 3 bulan kemudian, setiap 6 bulan berikutnya dan bila terlambat haid 1 minggu.

Adapun risiko yang dapat terjadi akibat pemasangan IUD antara lain:

  • Gangguan menstruasi. IUD tembaga dapat meningkatkan perdarah menstruasi dan kram, atau bercak antara periode menstruasi
  • Perforasi. Pada 1 dari 1000 wanita, IUD dapat tersangkut di dalam dinding rahim atau menembus dinding rahim. Terkait pertanyaan Ibu, menurut lokasi anatomis rahim dan jantung, belum pernah ada kasus yang mengaitkan keduanya dikarenakan lokasi anatomis rahim dan jantung yang sangat jauh, serta banyaknya lapisan dan organ yang berada di antara keduanya. Sedangkan kasus pada saluran pencernaan pernah dilaporkan namun sangat jarang terjadi.
  • Ekspulsi. Pada 2 hingga 10 dari 100 IUD terdorong keluar dari rahim dan tersangkut di vagina pada 1 tahun pertama. Hal ini dapat terjadi pada beberapa bulan awal pemasangan, dan risiko ini terjadi bila IUD dimasukkan setelah proses persalinan atau pada wanita yang belum melahirkan.

Untuk itu, perlu diketahui kapankah Anda harus menghubungi Dokter, yaitu bila timbul gejala berikut:

  • Bila Anda mengalami nyeri pada perut atau panggul
  • Bila Anda mengalami perdarahan dari vagina
  • Bila Anda melihat adanya darah pada celana atau pembalut setelah 2 jam atau lebih
  • Bila Anda mengalami tanda-tanda kehamilan

 

Selanjutnya mengenai peranakan turun. Rahim turun dalam dunia medis disebut dengan prolaps uteri atau peranakan turun. Kondisi medis ini dapat menimbulkan gejala seperti rasa mengganjal atau rasa menonjol pada alat kelamin bagian bawah; rasa nyeri di bagian pinggang atau panggul yang akan hilang/berkurang bila berbaring; keluhan pipis sering, sedikit-sedikit, tidak puas, tidak dapat menahan pipis; gangguan buang air besar; tidak nyaman saat berhubungan seksual; tidak nyaman saat bekerja dan berjalan; keputihan; maupun perdarahan yang banyak.

Prolaps uteri disebabkan oleh kelemahan otot dan peregangan jaringan penyangga. Penyebab keadaan ini antara lain kehamilan dan trauma yang terjadi saat persalinan, terutama dengan bayi berukuran besar atau setelah persalinan yang sulit. Penyebab lain adalah hilangnya tonus otot atau kelemahan otot, terutama seiring dengan penuaan dan penurunan jumlah estrogen setelah menopause. Hubungan seks yang berlebihan tidak menyebabkan keadaan ini. 

Kondisi tubuh yang terlalu lelah tidak secara langsung mempengaruhi letak IUD. Latihan otot dasar panggul seperti melalui senam kegel dapat membantu menguatkan otot dasar panggul Anda, serta mengencangkan otot vagina dan mencegah prolaps uteri. Selain itu, Anda dapat mencoba menghindari berdiri terlalu lama untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada area intim Anda.

Apabila keluhan semakin dirasakan, kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar Anda dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

 

Berikut kami lampirkan artikel untuk menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar