Sukses

Menyapih Anak Dari ASI

15 Jan 2015, 22:26 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok.. anak saya usia nya sudah 2 th 2 bln. Tp masih blm bisa lepas dr ASI. Yg ingin saya tanyakan, bagaimana kandungan gizi yg ada di dlm ASI saya. Apakah kualitasnya masih sama dgn pd saat saya menyusui 1-2 thn yg lalu... krn saya sering mendengar mitos di masyarakat, kalau anak sudah 2 th ASI nya sudah "basi". Mohon penjelasan ny, terima kasih...

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Selain ASI dan susu formula apakah anda sudah mengenalkan makanan padat kepada anak anda? ASI memang merupakan salah satu makanan yang masih perlu diberikan hingga berusia 24 bulan. Namun, tingkat kebutuhannya akan ASI sudah mulai menurun, tidak seperti saat dia berusia dibawah 6 bulan. Hal ini dikarenakan untuk anak usia 2 tahun diharapkan sumber zat gizi yang dibutuhkan oleh anak berasal dari makanan-makanan lain diluar ASI. Anda dapat mencoba untuk mengurangi frekuensi menyusui anak anda sehingga anak anda lama-lama akan terbiasa sehingga akhirnya berhenti menyusui. Untuk mencapai hal ini diperlukan kerjasama antara ibu dan anak, ibu harus dapat pintar-pintar menyiasati agar anak dapat mulai meninggalkan kebiasaannya minum ASI. Namun pada dasarnya belum ada ketentuan khusus terkait kapan harus menghentikan ASI.

Selain informasi ASI, penting bagi Anda untuk mengetahui jadwal imunisasi anak yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh anak. Simak keterangan di bawah ini, agar buah hati mendapatkan perlindungan yang optimal:

  • Hepatitis B:

Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian vitamin K (untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K). Bila bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan juga immunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas (tungkai) yang berbeda.

  • Polio:

Vaksin polio oral (OPV-0) harus diberikan pada saat lahir atau saat bayi dipulangkan. Vaksin polio selanjutnya (polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster) dapat diberikan dalam bentuk oral (OPV) yang lewat mulut) atau inaktivasi (IPV) yang diberikan secara disuntikkan dalam otot. Namun, sebaiknya paling sedikit diberikan 1 dosis IPV. (Baca: Imunisasi Polio)

  • BCG:

Dianjurkan sebelum 3 bulan, optimal usia 2 bulan. Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, diperlukan uji tuberkulin (tes mantoux).

  • DTP:

Pertama kali diberikan paling cepat umur 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun, diberikan vaksin Td, booster setiap 10 tahun.

  • Campak:

Diberikan dua kali pada usia 9 bulan dan 24 bulan. Vaksin campak ke-dua tidak perlu diberikan apabila MMR sudah diberikan pada 15 bulan.

  • Pneumokokus (PCV):
    • Bila diberikan pada umur 7–12 bulan, diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan (ditambah booster pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir).
    • Bila diberikan pada umur lebih dari 1 tahun, diberikan 1 kali (ditambah booster minimal 2 bulan setelah dosis terakhir).
    • Bila diberikan pada anak di atas 2 tahun, cukup diberikan 1 kali.
  • Rotavirus:
    • Monovalen diberikan 2 kali: Dosis I umur 6 – 14 minggu, dosis ke-dua dengan interval minimal 4 minggu (sebaiknya selesai sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umue 24 minggu).
    • Pentavalen diberikan 3 kali: Dosis I 6 – 14 minggu, interval dosis ke-dua dan ke-tiga 4 – 10 minggu, dosis ke-tiga diberikan pada umur kurang dari 32 minggu.
  • Varisela:

Setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur sebelum masuk SD. Bila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

  • Influenza:

Diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali pada anak umur kurang dari 9 tahun, diberikan dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Dosis untuk anak usia 6 – 36 bulan adalah 0,25 mL.

  • Human Papiloma Virus (HPV):

Diberikan mulai umur 10 tahun, meliputi 3 dosis.

 

Kami lampirkan juga beberapa artikel terkait kesehatan anak untuk Anda baca:

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat. 

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar