Sukses

Jenis-jenis Anemia

01 Sep 2015, 18:33 WIB
Wanita, 25 tahun.

Saya mau bertanya jenis-jenis anemia itu apa sih ? benarkah seperti yang saya sebutkan dibawah ini, Anemia Ringan, Anemia Defesiensi Besi, Anemia Hemolitik, Anemia Aplastik, Anemia Keganasan, Anemia Pasca Pendarahan,dan Anemia Defesiensi Folat. Mohon dijelaskan Masing-masing dokter, Terima kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Bila seseorang mengalami anemia, tubuhnya tidak mendapatkan sel darah merah pembawa oksigen yang cukup sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Sebagai akibatnya, maka dapat timbul gejala lemas atau lelah. Anemia berat atau yang berlangsung lama dapat merusak jantung, otak dan organ lain di dalam tubuh. Anemia yang sangat berat bahkan dapat menyebabkan kematian.

Anemia dapat dibagi menjadi anemia akut atau kronis. Anemia akut terjadi akibat kehilangan mendadak sejumlah sel darah merah akibat perdarahan ataupun hemolisis (peningkatan penghancuran sel darah merah). Anemia akut dapat mengancam nyawa karena reduksi mendadak jumlah sel darah merah yang membawa oksigen di dalam darah.

Secara umum terdapat 3 buah penyebab anemia yaitu perdarahan, penurunan produksi sel darah merah, dan penghancuran sel darah merah sebelum usia seharusnya. Mari kita bahas satu per satu. Perdarahan menyebabkan turunnya hemoglobin secara drastis. Misalnya pada kondisi paska kecelakaan, batuk darah (hemoptisis) , menstruasi yang banyak (menoragia), dan muntah atau buang air besar darah (hematomesis melena). Untuk kondisi ini apabila kadar hemoglobin sangat rendah, dokter dapat menganjurkan untuk dilakukan transfusi darah.

Sel darah merah umumnya didaur ulang setiap 120 hari. Namun pada kondisi tertentu, daur ulang sel darah merah ini terjadi lebih cepat dari 120  hari. Kondisi ini terjadi pada talasemia, sickle cell anemia dan G6PD. Talasemia dan sickle sel anemia merupakan kelainan bawaan yang menyebabkan sel darah merah dihancurkan dalam waktu kurang dari 120 hari. Sedangkan G6PD selain dapat disebabkan faktor keturunan, ternyata dapat dicetuskan oleh obat seperti kina dan pemakaian kamper yang secara tidak sengaja terkonsumsi.

Kondisi yang menyebabkan turunnya produksi sel darah merah antara lain anemia aplastik (keganasan), leukemia, anemia defisiensi besi dan anemia megaloblastik. Seperti namanya, anemia defisiensi besi disebabkan adanya kurangnya asupan zat besi. Sedangkan anemia megaloblastik disebabkan adanya kurangnya asam folat dan B12 di dalam tubuh.

Pemeriksaan darah di laboratorium tidak hanya akan memastikan diagnosis anemia namun juga dapat mengetahui penyebab terjadinya anemia. Untuk itu jika anda merasakan adanya tanda-tanda anemia, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar