Sukses

GERD

30 Jan 2015, 13:35 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dokter, 2bln yg lalu saya terdiagnosa GERD, dan sampai saat ini masih terapi dengan 1 kapsul omeprazole 20 mg 1x sehari saat mau tidur, tapi kadang saya minum lebih dari 1x jika di tengah hari GERD saya kambuh, tp tdk pernah sampai melebihi 2x sehari. Selain terapi OMZ, saya jg terapi dgn jus lidah buaya, dan saya rasa mulai ada perbaikan, GERD saya jarang kambuh meski nafas masih belum 100% plong seperti ketika sy sehat dulu. Tapi Dok, 2 hari lalu saya sakit gigi (berlubang&gusi bengkak) sy pun pergi ke Drg. katanya ada infeksi, saya dikasih paracetamol 500mg, ranitidin150mg, dan cefadroxil. sebelumnya saya pernah minum ranitidin untuk GERD saya dan tdk memiliki efek mual, muntah dan sakit kepala, tp saat saya minum paracetamol dan cefadroxil saya merasa mual, muntah, sesak nafas. sebelum saya sakit gigi keluhan GERD saya hanya sesak, dada panas dan seperti tertekan dan kembung, tdk ada mual dan muntah. Pertanyaan saya apakah GERD saya kambuh karena paracetamol dan cefadroxil? jika iya, obat sakit gigi seperti apa yg harus saya minum supaya GERD tdk kambuh?

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Jika asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) maka disebut GERD (Gastro-esophageal reflux disease).

Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Hindari stres

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, asam, makanan berlemak atau pedas.

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obat antinyeri/NSAID (ibuprofen, asam mefenamat, dll), nitrat, antikolinergik, antidepresan trisiklik.

Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. Terapi GERD biasanya membutuhkan waktu lama, bisa sampai 2-3 bulan, biasanya perkembangan dilihat setiap 1-2 minggu.

Saran kami, tetap lanjutkan pengobatan secara teratur dan lakukan saran-saran di atas untuk mengurangi gejala GERD. Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, saya menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam. 

Anda mengkonsumsi obat paracetamol dan cefadroxil, kedua obat tersebut memang dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan saluran cerna termasuk meningkatnya asam lambung. Maka dari itu, pastikan Anda makan terlebih dahulu sebelum meminum obat tersebut dan tetap lanjutkan konsumsi obat GERD nya.

Berikut kamil lampirkan artikel yang mungkin bermanfaat:

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar