Sukses

Analisa Sperma

17 Feb 2015, 10:39 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dokter,berikut analisa sperma suami saya,volume=5.0mL,warna=putih keabu-abuan,bau=khas,pH=8.0/Basa,viskositas=2cm,konsistensi=agak encer,Liquifaksi=15menit,Aglutinasi sperma=negatif,motilitas=spermabergerak aktif,lurus kemuka maupun bergerak lambat dan tidak lurus=5%,sperma bergerak tidak maju=25%,sperma tidak bergerak sama sekali=70%,bentuk normal=94%,bentuk abnormal=6%,makro=2%,mikro=1%,tanpa ekor=0%,ekor dua=2%,kepala dua=1%,Leukosit=2-5,Eritrosit=3-7,jumlah sperma/ml=66.00,kesimpulan=Astenozoospermia,solusinya apa ya,karena saya ingin mempunyai keturunan,terimakasih,

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Jumlah spermatozoa/ml yang dikatakan normal adalah lebih besar dari 20 juta/ml. Apabila jumlah sperma 0 Juta/ml disebut Azoospermia. Apabila jumlah sperma kurang dari 20 juta disebut Oligozoospermia. Kualitas pergerakan spermatozoa disebut baik bila 50% atau lebih spermatozoa menunjukkan pergerakan yang sebagian besar adalah gerak yang cukup baik atau sangat baik. Bila spermatozoa yang motil (pergerakannya baik) kurang dari 50%, maka spermatozoa disebut Astenozoospermia. Spermatozoa disebut mempunyai kualitas bentuk yang baik bila lebih besar dari 50% spermatozoa mempunyai morfologi(bentuk) normal. Pemeriksaan morfologi mencakup bagian kepala, leher dan ekor dari spermatozoa. Bila lebih besar dari 50% spermatozoa mempunyai morfologi abnormal, maka keadaan ini di sebut Teratozoospermia. Jumlah sperma yang cukup yaitu lebih dari 20 juta/ml, pergerakan sperma yang baik dengan jumlah cukup yaitu lebih dari 50%, dan bentuk sperma normal dengan jumlah cukup yaitu lebih dari 50% penting untuk keberhasilan membuahi sel telur Anda sehingga terjadi kehamilan.
 

Pada hasil analisa sperma suami Anda didapatkan kesimpulan Astenozoospermia. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, pergerakan sperma yang baik kurang dari 50%, yaitu sebesar 5%. Hal ini akan mempengaruhi keberhasilan dalam membuahi sel telur Anda. Kelainan sperma dapat disebabkan beberapa hal, antara lain kelainan kromosom dan varikokel. Faktor kelelahan juga dapat menyebabkan produksi sperma kurang baik, sehingga biasanya dokter akan menganjurkan pemeriksaan ulang sebelum pemberian terapi. Varikokel adalah pembesaran vena (varises) pada pleksus pampiniferus (vena yang terdapat di testis). Hal ini dapat diperbaiki dengan beberapa cara mulai dari pemberian multivitamin, hormonal, sampai dengan operasi tergantung pada tipe varikokel itu sendiri. 

Apabila anda merencanakan kehamilan, sebaiknya Anda mencari tahu lebih lanjut apa penyebab Astenozoospermia yang terjadi pada suami anda ke dokter spesialis urologi.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar