Sukses

Pilihan Metode Kontrasepsi

14 Feb 2015, 21:31 WIB
Wanita, 20 tahun.

dok, saya seorang mahasiswi semester 3, kebetulan saya sudah menikah 1 tahun yang lalu, dan bulan lalu ketika berhubungan suami saya lupa untuk mengeluarkan di luar dok, jd di dalam, yang saya ingin tanyakan, bagaimana caranya untuk menunda kehamilan dok? krna takut menganggu kuliah saya dan juga akan berdampak kurang baik pada calon bayi saya jika saya terlalu sibuk dengan kuliah saya, selain dengan menggunakan kondom dan obat KB dok? terima kasih

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Terdapat beberapa jenis kontrasepsi, namun yang lebih sesuai untuk perempuan muda dengan yang mengharapkan kontrasepsi jangka pendek antara lain perencanaan keluarga alami, kontrasepsi hormonal (pil atau suntik), dan barrier (penghalang). Perencanaan keluarga alami dilakukan dengan pengaturan waktu hubungan intim di luar masa subur. Masa subur adalah 2 - 3 hari sebelum dan sesudah dikeluarkannya sel dari indung telur. (ovulasi) Untuk itu, Ibu perlu menghitung rata-rata siklus menstruasi Ibu selama 3 bulan terakhir. Siklus menstruasi dimulai dari hari pertama terakhir menstruasi sampai satu hari sebelum menstruasi berikutnya, sedangkan ovulasi terjadi di tengah-tengah siklus tersebut. Misalnya rata-rata siklus menstruasi adalah 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke-14, dan masa subur adalah hari ke-11 sampai ke-17. Hubungan intim dapat dilakukan di luar masa subur tersebut. Namun, tingkat kegagalan metode kontrasepsi ini cukup tinggi.

Metode kontrasepsi barrier contohnya adalah kondom (untuk pria) dan diafragma (untuk perempuan). Metode ini, tingkat kegagalannya tinggi jika pemakaiannya tidak benar. Sedangkan pemakaian diafragma juga memiliki risiko terjadinya infeksi pada kemaluan jika pemakaiannya tidak bersih. 

Pilihan metode berikutnya adalah kontrasepsi hormonal, baik berupa pil maupun suntikan. Pil yang digunakan dapat berupa pil kombinasi estrogen-progesteron maupun progesteron saja. Sedangkan hormon suntik yang diberikan adalah progesteron. Tiap-tiap jenis kontrasepsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Pil progesteron saja biasanya digunakan oleh wanita yang menyusui, kekurangannya adalah penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi, dan efektivitasnya lebih rendah dibandingkan yang kombinasi. Kekurangan ini tentunya juga ditemukan pada progesteron suntik. Namun suntikan hanya perlu dilakukan tiap 3 bulan. Sedangkan keuntungan dari pil kombinasi adalah sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat sedang. Namun, ada keadaan-keadaan dimana penggunaan pil kombinasi ini tidak dianjurkan, seperti tekanan darah tinggi, riwayat migren, riwayat kanker payudara, dll. Perlu diperhatikan bahwa pengembalian kesuburan pada pemberian pil kombinasi dan progesteron suntik bervariasi, antara 3 - 12 bulan setelah kontrasepsi dihentikan. 

Ibu dapat membaca lebih lengkap mengenai kontrasepsi pada artikel kami berikut: 

Pertimbangkanlah keuntungan dan kerugian masing-masing metode, sebelum akhirnya menentukan pilihan. Anda juga dapat menemui dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dapat dilakukan wawancara medis lengkap mengenai riwayat kesehatan Anda dan suami, disertai pemeriksaan lain yang diperlukan untuk menentukan metode yang paling sesuai.

Demikian penjelasan kami. Semoga dapat bermanfaat.

Salam sehat,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar