Sukses

Disfungsi Ereksi dan Masturbasi

18 Feb 2015, 09:50 WIB
Pria, 23 tahun.

terima kasih sebelumnya Bpk/Ibu Dokter. Dok pertama kali saya melakukan masturbasi ketika saya usia 14 thn (SMP) dan saya sering melakukannya. dan di di usia 16 thn (SMA) saya masih melakukannya tapi sedikit berkurang. dan di usia 19 sampai 22 thn saya masih melakukannya tapi sudah jarang dan di usia sekarang 23-24 saya msh tetap melakukan masturbasi ketika gairah seks saya meningkat dan boleh dikatakan saya melakukannya sekali dalam seminggu. pertanyaan saya: 1. Dok apakah masturbasi sebelum menikah dapat menyebapkan istri tidak bisa hamil ketika berhubungan seks setelah menikah 2. mengapa ketika saya melihat gambar-gambar pornografi dapat menyebabkan ereksi dan air mani keluar apakah itu normal atau bagaimana Dok 3. apakah saya sudah terkena ED dan bagaimana caranya saya dapat mengetahui kalau saya terkena ED atau tidak. mohon di bantu Dok Terima kashi Bpk/Ibu Dokter

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kebiasaan melakukan masturbasi bukanlah hal yang positif, terlebih jika dilakukan frekuensi yang sangat sering (hampir setiap hari).

Onani tidak menimbulkan kemandulan. Namun, kebiasaan melakukan masturbasi dapat menimbulkan masalah psikis di mana timbul pikiran terus menerus untuk melakukan masturbasi. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. 

Berikut ini adalah mitos-mitos seputar masturbasi pria :

Mitos #1: Masturbasi Memperbesar atau Memperpanjang Ukuran Penis

Benarkah semakin sering masturbasi, nantinya ukuran penis akan semakin membesar?

TIDAK BENAR

Masturbasi memperbesar/memperpanjang ukuran penis Hal ini tidak benar. Memang belum ada studi yang meneliti ukuran penis rata-rata orang Indonesia, dan tidak ada hasil pengukuran yang benar-benar pasti.

Namun, dari berbagai sumber, dapat disimpulkan bahwa pada umumnya ukuran penis yang ditemukan pada satu wilayah regional Asia, yaitu 8-11 cm saat tidak ereksi dan 12-14 cm saat ereksi dengan diameter rata-rata sekitar 3,2 cm dan ukuran lingkaran penis pada saat ereksi mencapai 8-9 cm.  

Ukuran ini berkaitan dengan informasi genetik seseorang dan tidak dapat dimanipulasi dengan cara-cara tertentu.

Mitos #2: Masturbasi Mempengaruhi Tinggi Badan

TIDAK BENAR

Pertumbuhan tinggi badan seseorang berkaitan dengan informasi genetik dari kedua orang tuanya, faktor nutrisi dan rangsangan aktivitas fisik.

Faktor genetik merupakan prediktor pasti perkiraan tinggi badan seseorang. Sedangkan, nutrisi dan rangsangan aktivitas fisik dapat membantu merangsang pertumbuhan tinggi badan selama masa pertumbuhan.

Penambahan tinggi badan dapat dilakukan apabila lempeng pertumbuhan yang terdapat di tulang panjang masih terbuka. Lempeng tersebut terbuka pada saat usia pubertas dan pada tulang panjang yang mempengaruhi tinggi badan baru akan menutup pada usia 18-21 tahun pada pria.

Mitos #3: Masturbasi Mempengaruhi Berat Badan

TIDAK BENAR

Berat badan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti nutrisi dan aktivitas. Asupan kalori yang berlebihan dan rendahnya aktivitas fisik dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan seseorang menjadi gemuk. (Baca: 4 Fakta Penyebab Kegemukan)

Sebaliknya asupan kalori yang sedikit dan aktivitas fisik yang tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Beberapa penelitian terbaru juga menunjukkan adanya pengaruh faktor genetik yang mempengaruhi hormon tertentu sehingga membuat seseorang menjadi lebih gemuk daripada yang lain. 

Mitos #4. Masturbasi Menyebabkan Kemandulan

TIDAK BENAR

Pada pria normal, sel sperma matang yang terbentuk dapat mencapai jumlah ratusan juta setiap harinya. Dalam 2, 75 ml cairan mani dapat mengandung 180-400 juta sel sperma.

Bicara soal kemandulan pada pria, banyak sekali hal yang memfaktori. Beberapa diantaranya seperti halnya pola kebiasaan asupan makanan dan minuman. (Baca: 5 Makanan untuk Sperma Sehat)

Bagaimana cara agar saya bisa memproduksi sperma yang sehat?

  • Temperatur yang tinggi
    Peningkatan suhu pada skrotum dapat mengganggu aktivitas produksi sperma. Untuk menjaga kesuburan, hindari menggunakan celana yang terlalu ketat, meletakkan laptop tepat pada paha/selangkangan Anda, berendam di air panas dan sauna. Jika harus bersepeda, naik motor atau duduk terlalu lama, beristirahatlah sejenak.

  • Rokok
    Rokok dapat menurunkan jumlah sperma, pergerakkan sperma dan merusak bentuk sperma

  • Alkohol & obat narkotika
    Konsumsi alkohol dan narkotika dapat menurunkan kualitas dan jumlah sperma

  • Pelumas saat berhubungan seksual
    Pelumas, termasuk cairan ludah, jelly, lotion dan produk pelumas yang dijual bebas dapat menganggu pergerakan sperma. (Baca: 5 Tips Sperma Sehat). 

Mitos #5. Masturbasi Membuat Dengkul Kopong

TIDAK BENAR.

Dengkul kopong, dalam dunia medis cenderung mengacu pada pengeroposan tulangPengeroposan tulang biasanya terjadi secara alami pada usia tua karena menurunnya laju pembentukan tulang.

Osteoporosis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan massa (berat) tulang yang rendah dan kerusakan pada jaringan di dalam  tulang.

Pada Osteoporosis, terjadi penurunan kualitas tulang dan kuantitas kepadatan tulang, padahal keduanya sangat menentukan kekuatan tulang sehingga penderita Osteoporosis mudah mengalami patah tulang atau fraktur. 

Jadi, masturbasi pada pria tidak berhubungan dengan kondisi 'dengkul kopong' atau dalam medis merujuk pada istilah kondisi osteoporosis. (Baca: 4 Makanan dan Minuman Penyebab Osteoporosis).

Namun jika berbicara dampak kesehatan dari masturbasi pada pria, sudah tidak sedikit penelitian yang menemukan hubungan tingginya frekuensi masturbasi pada pria dengan risiko kanker prostat di kemudian waktu. (Baca: Masturbasi Pada Pria Menyebabkan Kanker Prostat).

Terangsang dan ereksi ketika melihat gambar atau film yang merangsang adalah wajar bagi pria seusia Anda.

Apakah yang Anda maksud dengan ED atau erectile dysfunction (disfungsi ereksi)? Disfungsi ereksi adalah kesulitan atau kegagalan penis untuk melakukan ereksi. Jika selama ini ereksi Anda baik-baik saja, maka Anda tidak mengalami ED.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar