Sukses

Hubungan Intim Nyeri dan Kehamilan

15 Feb 2015, 13:09 WIB
Wanita, 30 tahun.

Dear dokter, Saat ini saya sedang hamil 5minggu dgn hubungan intim suami istri yg sangat aktif. Yg ingin saya tanyakan: kenapa akhir2 ini saya merasa nyeri saat berhub intim? Dan bahayakah jika kami melakukan hub intim 5x dlm seminggu?

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter. 

Kami memahami kekhawatiran Anda. Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah: 

  • berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering 
  • kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang 
  • vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut 
  • endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim 
  • infeksi pada vagina 
  • luka pada vagina 
  • infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri 
  • peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul 

Beberapa saran yang dapat Kami berikan untuk mencegah berulangnya kejadian tersebut antara lain : 

  • Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum suami melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka.  
  • Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit untuk mengatasi masalah anda saat ini. 
  • Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang lebih bersih dan steril untuk mencegah infeksi pada vagina anda. 

Apabila keluhan berlanjut setelah melakukan foreplay cukup atau setelah menambahkan lubrikasi tambahan, kami sarankan agar Anda berkonsultasi ke dokter kebidanan dan kandungan untuk evaluasi lebih lanjut. Mungkin dispareunia pada diri anda disebabkan oleh hal-hal lain seperti gangguan hormonal, endometriosis, infeksi, dll. 

Sementara mengenai hubungan intim selama kehamilan. Jika kondisi kehamilan Anda sehat, sebenarnya tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual (dengan ejakulasi di dalam) saat hamil pada usia kehamilan berapapun. Asalkan tidak ada keluhan yang mengikuti hubungan seksual Anda dan pasangan seperti flek perdarahan, cairan ketuban merembes, rahim kontraksi terus menerus, dan riwayat keguguran berulang maka hubungan seksual dalam kehamilan diperbolehan. Frekuensi melakukan hubungan intim memang hendaknya dibicarakan dan didiskusikan dengan suami karena hal ini juga menyangkut kenyamanan istri. Pada saat hamil, Anda mungkin akan sedikit merasa kurang nyaman akibat gangguan hormonal, perubahan bentuk tubuh, dan adanya keluhan yang dialami selama kehamilan.

Sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi memang mampu menimbulkan terjadinya kontraksi rahim, selain itu aktivitas yang dilakukan saat berhubungan badan juga berisiko menimbulkan terjadinya perdarahan pasca senggama. Namun, jika kondisi kehamilan Anda sehat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Janin sebenarnya tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh plasenta, dan kontraksi rahim yang timbul saat orgasme tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat

Salam,
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar