Sukses

Masturbasi dan Kutil Kelamin

18 Feb 2015, 10:25 WIB
Pria, 26 tahun.

Dear Doctor, Saya bernama fandi umur saya 26 th saya sering melakukan onani dan berhubungan oral sex bersama pacar saya. maaf di bagian kepala penis saya terdapat bintik merah dan sedikit benjolan berupa daging kecil doc, itu apakah penyakit atau apa? dan disebabkan oleh apa doc? tidak gatal dan nyeri biasa saja? Sebelumnya saya pernah berhubungan intim itu pun waktu umur saya 20 tahun. Sekarang saya hanya melakukan oral saja dan sering onani apabila saya tidak sama pacar saya. apakah onani bisa menurunkan seksualitas yah doc? mohon jawabannya doc

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Mohon maaf sebelumnya, tetapi diagnosis pasti baru dapat ditegakkan setelah melakukan pemeriksaan fisik langsung.

Benjolan pada kemaluan bisa menjadi pertanda adanya Infeksi Menular Seksual (IMS), infeksi biasa, atau tumor. Penyebab yang umumnya menimbulkan kutil pada kelamin adalah infeksi virus HPV.

HPV (Human Papilloma Virus) merupakan suatu jenis virus  DNA dari famili papillomavirus yang dapat menyerang manusia. HPV terutama menginfeksi kulit dan jaringan mukosa, termasuk genital/alat kelamin, mulut dan tenggorokan. Terdapat lebih dari 100 jenis HPV. HPV-16 atau HPV-18 adalah jenis virus HPV yang memiliki risiko tinggi dan paling banyak ditemukan sebagai penyebab kanker serviks. Sedangkan HPV-6, HPV-11, dan beberapa jenis HPV lainnya memiliki risiko rendah dan biasanya menimbulkan tumor jinak. Berdasarkan risikonya, HPV dibagi menjadi dua:

HPV risiko rendah

  • Contoh: HPV-1 HPV-6, HPV-11
  • Tumor jinak/ kutil di kulit (veruka vulgaris) atau di kelamin (kondiloma akuminatum)

HPV risiko tinggi

  • Contoh: HPV-16 dan HPV-18
  • Tumor ganas/kanker: serviks, faring/tenggorokan, mulut

HPV sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan kulit atau melalui hubungan seksual (pada HPV genital).

Bagaimana mencegahnya?

  • Menghindari kontak langsung dengan kulit penderita yang memiliki kutil. Meski begitu, tidak semua orang yang mengalami kontak dengan HPV akan ditumbuhi kutil, tergantung pada sistem kekebalannya.
  • Vaksinasi. Dilakukan 3 kali dalam 6 bulan sebagai pencegahan primer dan Pap Smear, yaitu mengambil sel dari serviks, kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui adanya kelainan pada serviks sebagai pencegahan sekunder.  Pencegahan ini mengurangi tingkat risiko sampai 98 persen, apalagi dilakukan dalam rentang waktu usia 9-26 tahun atau minimal enam bulan sebelum menikah. 
  • Tidak melakukan hubungan seks bebas karena selain meningkatkan risiko tertular HPV juga meningkatkan risiko infeksi menular seksual lainnya

Kutil kelamin bisa diterapi dengan obat topikal (tingtur podofilin, asam trikloroasetat) atau dengan bedah beku/laser/skalpel.

Kami sarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk evaluasi dan terapi lebih lanjut.

Masturbasi dalam batas normal tidak memiliki efek samping serius, namun jika anda sudah ketergantungan dan terganggu dengan kebiasaan ini, bisa jadi mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Selain itu, onani yang terlalu sering memang dapat menurunkan ambang batas rangsang seksual pada pria sehingga memang dapat menyebabkan gangguan ereksi dan ejakulasi, namun hal ini baru dapat dideteksi setelah seseorang melakukan hubungan seksual dengan pasangannya yang sah.

Kebiasaan selalu melakukan masturbasi bukanlah hal yang positif, terlebih jika dilakukan frekuensi yang sangat sering (hampir setiap hari).Kebiasaan melakukan masturbasi dapat menimbulkan masalah psikis dimana timbul pikiran terus menerus untuk melakukan masturbasi. 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan keinginan melakukan masturbasi adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan berolah raga, melakukan hobi-hobi anda, dll.Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi seperti melihat gambar atau membaca buku-buku yang merangsang. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar