Sukses

Perbedaan Gonorea dan Sifilis

09 Jan 2015, 11:17 WIB
Pria, 27 tahun.

met pagi dok.....? saya mau tanya dok, apakah gonorchea dan sifilis itu berbeda ? dan apakah penyakit itu bisa disembuhkan secara total ??

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter. 

Sifilis dan gonore merupakan penyakit yang berbeda, namun keduanya termasuk ke dalam infeksi menular seksual.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sebelum kami menjelaskan lebih lanjut, izinkan kami untuk menanyakan beberapa pertanyaan kembali; Apakah Bapak/Saudara sudah menikah? Apakah Anda memiliki riwayat melakukan hubungan seksual di luar nikah? Apakah Anda memiliki riwayat berganti-ganti pasangan seksual? Apakah Anda pernah melakukan masturbasi dengan menggunakan alat bantu?

Karena beberapa pertanyaan diatas menyangkut dengan penelusuran sebab kondisi yang Anda alami. Dimana penularannya adalah melalui kontak hubungan seksual dan pertukaran cairan tubuh. Bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan intim adalah salah satu penyebab paling sering terjadi. Pun penularan dari alat bantu seks dapat terjadi juga. Hal yang pastinya, prinsip penularan penyakit tidak akan terjadi jika melakukan pola hubungan seksual yang sehat (tidak berganti-ganti pasangan) dan dilakukan secara tanggung jawab. 

Keluarnya cairan seperti nanah dari kemaluan dan gangguan berkemih, merupakan suatu pertanda adanya proses infeksi pada saluran kemih/kemaluan. Adapun infeksi yang dimaksud umumnya disebabkan oleh kuman yang dapat ditransmisikan melalui hubungan seksual seperti gonore, klamidia, dan kuman lainnya. Infeksi kuman yang berbeda menyebabkan jenis cairan yang berbeda. Diagnosis perlu ditentukan dengan pemeriksaan langsung.

Penyebab tersering kencing nanah adalah Gonorea / Raja singa. Gonore / Kencing Nanah / Raja Singa merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang pada umumnya ditularkan melalui hubungan kelamin, tetapi juga kontak secara langsung dengan eksudat yang infektif.

Pada pria, awalnya terdapat rasa gatal dan panas di sekitar uretra, saluran yang menghantarkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh. Selanjutnya, terdapat rasa nyeri saat buang air kecil dan keluar sekret kental berwarna keruh dari ujung uretra yang kadang-kadang disertai darah. Bila infeksi sudah semakin lanjut, nyeri akan semakin bertambah dan sekret semakin kental dan keruh. Selain itu terdapat nyeri pada waktu ereksi dan terkadang terdapat pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan. Antibiotik adalah pengobatan untuk gonore. Antibiotik yang diberikan dapat berupa suntikan atau obat minum yang diberikan dalam dosis tunggal. 

Selain itu, karena penyakit ini merupakan infeksi menular seksual yang ditularkan lewat hubungan seksual maka untuk menghentikan kekambuhan adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual yang tidak aman dan/atau berganti-ganti pasangan. Pasangan seksual juga perlu dilakukan pemeriksaan dan diobati.

Penyakit ini dapat disembuhkan dan tidak memerlukan rawat inap. Pada pria, gonore dapat menyebabkan epididimitis (inflamasi pada saluran pengeluaran sperma) yang dapat menyebabkan kemandulan jika tidak ditangani dengan baik. Gonore dapat menyebar melalui darah dan sendi. Kondisi ini dapat mengancam jiwa.

Sifilis

Sifilis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum. Sifilis ditularkan melalui kontak seksual dengan lesi terinfeksi, dari ibu ke anak dalam rahim, melalui transfusi darah, dan sangat jarang sekali melalui luka di kulit yang terkena dengan luka sifilis.

Sifilis dibagi menjadi sifilis primer, sekunder dan latent. Sifilis primer terjadi 3 minggu setelah kontak dengan penderita. Gejala yang muncul adalah luka pada kelamin disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Luka yang muncul biasanya satu luka dapat besar atau kecil. Sifilis sekunder terjadi 2 - 10 minggu setelah luka pada kelamin dan dapat melebar 3 - 4 bulan setelah infeksi. Luka pada sifilis sekunder ini menyebar ke seluruh tubuh dimana bentuk luka tersebut adalah merah-merah terkadang disertai perasaan mual, nyeri dan lemas. Bentuk latent dapat timbul setelah 25 tahun terinfeksi, gejala yang dapat muncul dapat berentuk sifilis jenis primer ataupun sekunder yang dapat menginfeksi otak dan menyebabkan kematian

Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) adalah pemeriksaan skrining untuk penyakit sifilis. Pada orang sehat, hasilnya negatif. Hasil VDRL 1:8 menunjukan positif. Berdasarkan penelitian VDRL positif , dapat disertai dengan hasil positif palsu atau benar-benar positif dengan titer rendah. Hasil positif palsu dapat dibagi menjadi 2 yaitu :

  • Akut : dapat disebabkan infeksi virus , bakteri , imunisasi , parasit malaria

  • Kronik : dapat disebabkan oleh SLE , penyakit kardiovaskular , gangguan autoimun dan paling sering (70%) ditemukan pada wanita .

Untuk itu memang perlunya konfirmasi dengan Treponema pallidum aglutination assay  (TPHA) . VDRL dan TPHA positif menunjukkan kemungkinan besar positif sifilis. Pengobatan sifilis adalah dengan memberikan antibiotik. Terapi definitifnya adalah dengan penisilin G benzatin yang disuntikan secara intramuskular (pada otot). Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk mendapat pengobatan yang tepat.

Kami sarankan Anda melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk diagnosis dan terapi lebih lanjut. 

 

Untuk informasi lengkap Anda, Anda dapat membaca artikel berikut: 

11 Tanda Anda Tertular Penyakit Menular Seksual

Gonore

3 Gejala dari Penyakit menular Seks

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam, 

Redaksi KlikDokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar