Sukses

BAB Hijau pada Bayi

03 Jul 2015, 10:31 WIB
Wanita, 27 tahun.

Selamat siang dokter, saya mau tnya anak saya skg usianya 2 bln dri lhir dia sdh konsumsi susu morinaga BMT platinum karena ASI saya tidak keluar. Slama 2 bln minum susu moriga itu anak saya baik2 saja tetapi sdh 2 mnggu ini BAB anak saya jd berwarna hijau dan lembek, kmrn sdh sya uji leb fesesnya dan hasilnya negatif smua, yg mau sya tnyakan knapa ya dok kok feses anak saya berubah wrna seperti itu? apakah anak saya alergi susu? Mohon informasinya dokter, trima ksih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Pada bayi, perubahan warna feses menjadi hijau masih dapat dikatakan sebagai suatu perubahan yang normal, selama tidak disertai oleh keluhan-keluhan lain, seperti nafsu makan menurun, terdapat darah pada BAB, muntah, bayi lebih rewel, berat badan menurun, dan lain sebagainya. Selain itu feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Feses yang berubah menjadi hijau dapat terjadi karena bayi Anda hanya mengkonsumsi makanan yang mengandung rendah lemak. Lemak biasanya didapatkan oleh bayi dari ASI. Namun bukan berarti semua ASI yang diberikan pasti tinggi lemak. Dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilk) dan ASI belakang (hindmilk).

Saat bayi menyusu, ia akan selalu menghisap ASI depan terlebih dahulu. ASI depan (foremilk) memiliki banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sementara ASI belakang (hindmilk) mengandung banyak lemak. Pada bayi yang diberikan ASI eksklusif, feses yang keluar akan didominasi warna kuning/golden feces, dan warna tersebut normal. Warna kuning ini berasal dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu.

Pada anak yang diberikan makanan lain selain ASI, menyebabkan terjadinya perubahan pada proses pencernaan dan akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Namun hal tersebut masih dalam batas wajar jika tidak terjadi hal-hal lain seperti yang telah disebutkan di atas.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar