Sukses

Menghitung Usia Kehamilan

08 Jan 2015, 17:01 WIB
Wanita, 27 tahun.

Yg mau saya tanyakan,saya haid terakhir dibulan maret dan siklus haid saya 40hari.pd bulan april,sy dtk haid tgl 1mei sy tespeck&hasilnya 2garis tp 1garis nya samar.klo seperti itu,bulan kehamilan sy dihitung mulai dr bulan april atau mei dok?terima kasih

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih atas kesetiaan Anda menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Secara definisi, kehamilan adalah suatu keadaan dimana terdapat hasil pembuahan (antara sel sperma dan sel telur) di dalam rahim seorang perempuan, hingga hasil pembuahan tersebut dilahirkan. 

Adapun cara penghitungan usia kehamilan yang paling sederhana dan lazim dipakai adalah berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda, seperti yang dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda. Namun perlu diketahui bahwa pada seorang perempuan yang memiliki siklus haid teratur, pada 10-14 hari pertama haid hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur hingga siap dilepaskan dari kandung telur (disebut juga ovulasi). Dengan demikian pembuahan baru mungkin terjadi setelah proses ovulasi tersebut hingga datang masa haid berikutnya. Atau dengan kata lain awal kehamilan yang sebenarnya baru dimulai sekitar 10-14 hari pertama setelah HPHT. HPHT Anda berarti adalah hari pertama haid terakhir Anda di bulan maret. Test pack sendiri bisa dibilang 99% akurat walaupun misalnya hanya terlihat 2 garis dan salah satunya samar. 

Terkait hal tersebut di atas, sebelumnya kami juga telah menjelaskan bahwa hormon B-hCG baru diproduksi setelah terjadinya implantasi hasil pembuahan, yang (lagi-lagi) baru mungkin terjadi setelah proses ovulasi. Baik penilaian berdasarkan hasil pemeriksaan hormon B-hCG maupun HPHT memiliki prinsip yang sama yang pada akhirnya akan menghasilkan kesimpulan yang tidak jauh berbeda.

Bagaimanapun, cara untuk mengetahui usia kehamilan yang paling akurat adalah melalui pemeriksaan USG. Untuk itu kami menyarankan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. 

Demikian penjelasan yang dapat Kami berikan. Semoga dapat dipahami dengan baik. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar