Sukses

Keputihan Akibat Berganti Pasangan Seks

08 Jan 2015, 14:19 WIB
Wanita, 18 tahun.

haloo dok, saya mau nanya kenapa setiap hari MS V saya mengeluarkan keputihan yg warnanya seperti susu. apakah itu tanda tanda kanker serviks? apa ada hubungannya karna saya seorang wanita malam yang sering berganti pasangan? saya takut terkena penyakit HIV/AIDS. tolong kasi tau penjelasan dan obat nya ya dok.

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan hingga ada bercak darah), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit ataupun peradangan pada daerah vagina. 

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam

  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu

  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim bagian atas dengan vagina, Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV), sebagian besar disebabkan oleh HPV-16 dan HPV-18.

Faktor risiko kanker serviks diantaranya:

  • Hubungan seksual pertama kali < 16 tahun

  • Sering berganti-ganti pasangan seksual

  • Jumlah kehamilan/jumlah anak banyak

  • Merokok

  • Kontrasepsi: penggunaan kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama (>5 tahun) meningkatkan risiko kanker leher rahim sebanyak 2 kali. 

  • Daya tahan tubuh lemah:  pada wanita imunokompromise  (penurunan kekebalan tubuh) seperti transplantasi ginjal dan HIV, dapat mengakselerasi (mempercepat) pertumbuhan sel kanker dari noninvasif menjadi invasif (tidak ganas menjadi ganas)

  • Infeksi HPV (Human Papilloma Virus)

Untuk mencegah terjadinya kanker serviks, maka Anda harus menghindari faktor risiko yang disebutkan di atas. Selain itu, Anda dapat melakukan vaksinasi HPV.

Gejala kanker serviks:

  • Perdarahan abnormal atau flek (bercak perdarahan) yang keluar dari vagina terutama setelah melakukan hubungan seksual. Perdarahan dapat ditemukan di antara 2 siklus haid, saat haid (jumlah perdarahan haid bertambah), bahkan setelah menopause. 

  • Stadium lanjut: bercak vagina yang berbau, penurunan berat badan, dan obstruksi (sumbatan) dalam berkemih, nyeri panggul.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi langsung ke  dokter spesialis kandungan ataupun dokter spesialis kulit dan kelamin terlebih lagi Anda memiliki riwayat sering berganti pasangan seksual. Bila perlu, juga dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari cairan keputihan agar kuman penyebab diketahui secara pasti. Kami juga menganjurkan Anda untuk tidak berganti pasangan seksual karena dapat meningkatkan risiko penyakit menular seksual (seperti HIV/AIDS), kanker serviks, dsb yang nantinya dapat merugikan diri Anda sendiri dan pasangan Anda nantinya. 

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi dan pengetahuan Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar