Sukses

Pengobatan Gangguan Liver & Asam Urat

07 Jan 2015, 11:02 WIB
Pria, 31 tahun.

Maaf dok saya mau tanya, saya dinyatakan dokter mengidap liver dan asam urat beberapa waktu yang lalu. saya seorang pekerja berat dan untuk menjaga pola makan saya supaya penyakit saya cepat sembuh atau tidak sering kambuh, tolong di bantu makanan apa yang boleh saya makan dan makanan apa saja yang dilarang. karena saya kadang bingung sayuran, biji-bijian, atau buah-buahan mana yang tidak boleh do konsumsi. terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sakit liver merupakan istilah awam yang menyatakan terdapatnya gangguan di hati. Gangguan di hati dapat berupa berbagai jenis penyakit seperti hepatitis (infeksi), hepatoma (kanker hati), gangguan hati karena kolesterol, gangguan hati karena alkohol, sirosis (pengerasan hati), dan banyak lagi. 

Jenis pengobatan yang akan dilakukan tergantung kepada jenis gangguan hati yang diderita. Salah satu cara untuk melihat fungsi hati adalah dengan pemeriksaan SGOT dan SGPT. SGPT dan SGOT merupakan enzim-enzim pada hati yang akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh jika hati mengalami kerusakan. 

Liver atau hati adalah organ tubuh yang penting untuk menetralisir racun dari makanan atau minuman. Oleh karena itu, pada gangguan fungsi hati, hindarilah makanan yang tidak alami atau banyak mengandung bahan pengawet atau pewarna. Hindari juga konsumsi obat selain dari dokter, seperti jamu-jamuan, obat herbal, obat warung, dan lain-lain.

 

Asam urat

Mengenai asam urat, Gout atau orang awam bilang “asam urat” adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat mengontrol  asam urat, sehingga kristal asam urat yang berlebihan akan menumpuk di jaringan tubuh. Gout ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh dan menyebabkan inflamasi (radang) pada persendian (artritis).  Gout kronik (jangka panjang) dapat menyebabkan penumpukan asam urat didalam dan sekitar persendian (artritis gout), menurunkan fungsi ginjal dan membentuk batu ginjal.

Makanan yang mengandung tinggi purin dan tinggi protein sudah lama diketahui dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko terkena gout. 
  • Pembatasan purin
Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari). Makan-makanan yang mengandung purin antara lain; Jeroan (jantung, hati, lidah ginjal, usus), Sarden, Kerang, Ikan herring, Kacang-kacangan, Bayam, Udang, Daun melinjo, dsb.
  • Kalori sesuai kebutuhan
Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan keton yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin
 
  • Tinggi karbohidrat
Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
 
  • Rendah protein
Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur.
 
  • Rendah lemak
Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.
 
  • Tinggi cairan
Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.
 
  • Tanpa alkohol
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

Berikut kami lampirkan beberapa artikel yang dapat menambah wawasan Anda:

Diet Hipertensi, Kolesterol, Asam Urat

Inilah Daftar Makanan Tinggi Asam Urat

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar