Sukses

Perdarahan Setelah Berhubungan Seksual Pertama Kali

06 Jan 2015, 09:33 WIB
Pria, 29 tahun.

Permisi dok Saya penganten baru, setelah penetrasi pertama kali istri langsung keluar darah banyak setelah itu makin sedikit namun setelah beberapa jam tetep da bercak. Saya harus bagaimana dok? Pa yang terjadi? Terima kasih dok jawabnx

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Salam kami untuk istri Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dan sebagainya). Namun lebih baik sementara ini Anda dan istri tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Namun terdapat kemungkinan lain dari perdarahan yang istri Anda alami yang merupakan perdarahan yang terjadi akibat senggama atau disebut post coital bleeding. Kondisi ini sebaiknya juga ditanggapi dengan serius. Beberapa penyebabnya adalah :

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  5. Kanker leher rahim
  6. Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  7. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Apabila keluhan terus berlanjut, kami menyarankan agar istri Anda untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Dokter akan melalukan wawancara dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mengetahui tatalaksana yang tepat sesuai dengan kondisi istri Anda saat ini.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar