Sukses

Nyeri Setelah Berhubungan Intim

15 Feb 2015, 22:30 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok saya sedang hamil 5bln, dan yg ingin saya tanyakan Kenapa setelah selesai berhubungan intim vagina saya slalu terasa panas dan nyeri sekali ya dok? Sampai" saya takut untuk berhubungan lagi Trimakasih dan mohon penjelasannya

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Ibu/Saudari yang Terhormat, 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter. 

Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah: 

  • berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering 
  • kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang 
  • vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut 
  • endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim 
  • infeksi pada vagina 
  • luka pada vagina 
  • infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri 
  • peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul 

Beberapa saran yang dapat kami berikan untuk mencegah berulangnya keluhan tersebut antara lain : 

  • Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum suami melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka.  
  • Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit untuk mengatasi masalah anda saat ini. 
  • Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang lebih bersih dan steril untuk mencegah infeksi pada vagina anda. 

Berhubungan intim dalam kehamilan boleh dilakukan selama kedua pihak merasa nyaman dan ibu tidak memiliki keluhan atau kondisi berikut:

  • Memiliki riwayat persalinan prematur (sebelum waktunya) atau memiliki bayi lahir prematur
  • Pernah atau sering mengalami perdarahan per vagina
  • Terdapat perembesan air ketuban
  • Memiliki inkompetensi serviks (serviks terbuka sebelum waktunya)
  • Plasenta menutupi sebagian atau keseluruhan kanal serviks (plasenta previa)

Apabila keluhan berlanjut setelah melakukan foreplay cukup atau setelah menambahkan lubrikasi tambahan, kami sarankan agar Anda berkonsultasi ke dokter kebidanan dan kandungan untuk evaluasi lebih lanjut. Mungkin dispareunia pada diri Anda disebabkan oleh hal-hal lain seperti gangguan hormonal, endometriosis, infeksi, dan lain sebagainya.

Demikian penjelasan kami. Semoga keluhan Anda lekas teratasi. 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar