Sukses

Nyeri Sendi

31 Dec 2014, 05:34 WIB
Pria, 59 tahun.

sakit persendian ibu jari tangan sebelah kanan sudah satu minggu

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Nyeri pada sendi seperti yang Anda keluhkan dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :

1. Trigger Finger

Trigger finger adalah kekakuan tendon atau selubung tendon. Kondisi ini ditandai dengan keluhan nyeri atau sakit pada jari-jari tangan, jari kaku bila ditekuk atau diluruskan. Pasalnya, kedua posisi ini mengakibatkan terkuncinya sendi jari pada saat di gerakan dari posisi fleksi (gerakan menekuk) ke arah posisi ekstensi (gerakan meluruskan). Trigger finger dapat mengenai lebih dari satu jari pada satu waktu, meskipun biasanya lebih sering terjadi pada ibu jari, tengah, atau jari manis, serta kerap muncul di pagi hari.

Insiden terjadi trigger finger lebih sering terjadi pada wanita di usia 40 - 60 tahun dan penderita diabetes melitus atau penyakit rematik. 

Tata laksana :

  • Istirahat. Jika keluhan ringan, mengistirahatkan jari dapat mengurangi gejala.
  • Obat obatan golongan anti inflamasi non steroid (NSAID)
  • Suntikan steroid langsung ke dalam selubung tendo.

2. Arthritis Reumatoid

Arthritis Reumatoid (AR) adalah suatu penyakit otoimun sistemik yang menyebabkan peradangan pada sendi. Bila dibiarkan, kondisi ini dapat memicu terjadinya erosi tulang, destruksi (kehancuran) rawan sendi dan kerusakan total sendi.

Berikut adalah gejala AR yang sering ditemui :

  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan sendi
  • Nyeri sendi bila disentuh atau di tekan
  • Tangan kemerahan
  • Lemas
  • Kekakuan pada pagi hari yang bertahan sekitar 30 menit
  • Demam
  • Berat badan turun

AR dapat mengenai satu atau lebih sendi dalam tubuh dalam kurun waktu yang sama. Pada tahap awal, biasanya AR menerpa sendi-sendi kecil seperti tangan, pergelangan tangan, kaki dan atau pergelangan kaki. Pada tahap lanjutan, AR akan mengenai sendi yang lebih besar seperti bahu, siku, lutut, panggul, rahang dan leher.

Berikut adalah kelainan pemeriksaan penunjang yang biasa diperiksa untuk penderita AR:

  1. Peningkatan Laju Endap Darah (LED)
  2. Peningkatan C-Reactive Protein (CRP)
  3. Faktor Reumatoid (RF) Positif
  4. Anti-Cyclic Citrullinated Peptide Antibody (anti-CCP) Positif
  5. Pemeriksaan Anti Nuclear Antibody (ANA)
  • Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit autoimun. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendiagnosis pasien lupus, polymyositis, sjrogen syndrome atau artritis reumatoid. 95% pasien yang menderita lupus menunjukan hasil ANA positif dan sekitar 50% pasien yang positif ANA nya menderita artritis reumatoid
  1. Analisa cairan sendi
  • Cairan sendi diambil menggunakan jarum steril dan dianalisa untuk mengetahui adanya peningkatan kadar leukosit atau kemungkinan penyakit rematik lain
  1. Foto Rontgen
  • Pemeriksaan ini dilakukan untuk  melihat progesifitas penyakit dan kerusakan  sendi jangka panjang. Dari hasil foto dapat dilihat adanya kerusakan jaringan lunak maupun tulang.

Perubahan diet pada penderita AR yang dipicu oleh gangguan sistem imun tidak memberikan banyak perbaikan. Sedangkan radang sendi murni tanpa adanya gangguan sistem imun dapat dihindari dengan modifikasi gaya hidup sebagai berikut :

  1. Perbanyak konsumsi “Omega-3” yang terkandung di dalam ikan dapat menurunkan peradangan
  2. Perbanyak konsumsi “Anti-oksidan” yang banyak ditemui pada sayur dan buah, seperti bayam, brokoli, stroberi anggur, jeruk, dan lain sebagainya
  3. Olahraga selama 30 menit, dengan frekuensi minimal 3 kali seminggu
  4. Konsumsi obat anti radang dan nyeri sesuai dengan petunjuk Dokter.

Kami sarankan agar anda mengunjungi dokter agar mendapatkan diagnosis dan terapi yang benar.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar