Sukses

Ciri HIV

24 Jan 2015, 19:18 WIB
Pria, 19 tahun.

Misi dok, saya abis ke pijat plus dan berhubungan dengan tukang pijatnya, tapi saya menggunakan kondom, cuman ketika oral saya tidak menggunakan kondom, tapi itu hanya 2 menit, kemudian saya langsung pake kondom tapi karena keluar terlalu cepet jadi cuman 5 menitan kita selesai langsung bersih", nah dia memang terlihat sehat dan dia bilang dia juga sehat, akhirnya saya tenang, tapi malamnya saya kan sempet main gerimis"an pas keluar jalan" sama temen, terus pas dah sampe rumah batuk" terus agak lemes, rada panas dikit tapi nafsu makan dll tetep jalan, cuman saya takut ini gejala atau saya hanya sakit akibat hujan"an, sehari sebelumnya saya memang sudah rada flu, akibat musim pancaroba mulai memasuki, dan saya juga tidak mengalami gelajanya, saya buat ini hanya karena saya takut, akan kekhilafan saya, dan saya kira 7 menit ketika behubungan itu aman karena wanitanya belum mengeluarkam cairan apa" dan kondom saya terpasang aman, saya biasanya kalau flu juga seperti ini, tapi karena saya habis berhubungan saya merasa lebih takut, dan apakah kondom sepenuhnya melindungi atau tidak ya, trrima kasih dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari KlikDokter.

Kondom sepenuhnya tidak melindungi apabila ada kontek seksual lain, misalnya oral seks saat ada luka di mulut, meskipun luka dengan ukuran yang sangat kecil, oleh karena itu ijinkan kami jelaskan sedikit mengenai HIV & AIDS. Beberapa cara penularan HIV adalah melalui darah, melalui cairan mani/vagina, dan dari Ibu ke Anak. Bila tidak ada kontak dengan darah (misalnya pertemuan luka dengan luka) dan tidak ada pertukaran cairan vagina/mani maka kecil resiko untuk tertularnya HIV.

Bila Anda terkena cairan vagina penderita HIV maka ada resiko tetular, namun masih faktor resiko, kalau ingin pasti dalam waktu 3 bulan Anda dapat melakukan pemeriksaan HIV. Atau bila memang Anda pasti kontak dengan penderita HIV kami sarankan coba lakukan pengobatan profilaxis infeksi HIV yaitu pemberian obat anti-HIV selama 1 bulan. Sebelumnya coba lakukan konsultasi ke dokter penyakit dalam terlebih dahulu.

Untuk mendeteksi HIV Anda dapat melakukan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt. Antibodi HIV biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi. Masa ini disebut periode jendela (window period). Dalam masa seperti ini, bisa saja seseorang mendapatkan hasil tes negatif karena antibodinya belum terbentuk sehingga belum dapat dideteksi , tapi jika iya memang mengidap HIV sudah bisa menularkan virus.

Infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.
 
Tahap Pertama
 
Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.
 
Gejala awal dari infeksi HIV adalah :
  • Nyeri kepala

  • Diare

  • Mual dan Muntah

  • Lelah

  • Nyeri otot

  • Nyeri menelan

  • Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada

  • Demam

Hubungi dokter segera bila Anda merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.
 

Tahap Kedua

Setelah tahap serkonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis. Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun. Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.
 
Tahap Ketiga  (Infeksi HIV dan AIDS)
 
AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS.
 
Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala dalam hal ini kondisi fisik akan terasa menurun diantaranya:
  • Lelah setiap saat

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan

  • Demam > 10 hari

  • Keringat malam

  • Berat badan menurun drastis

  • Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang

  • Sulit bernafas

  • Diare yang berkepanjangan

  • Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina

  • Mudah berdarah atau memar

Kami sarankan Anda dan pasangan berkonsultasi dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan secara sistematis dan terarah. Sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan seksual yang tidak aman selain tidak baik secara agama dan moral juga Anda sangat berisiko terkena infeksi menular seksual, termasuk HIV yang dapat berakibat fatal.

Kami sertakan artikel yang dapat Anda baca : 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam, 

 

0 Komentar

Belum ada komentar