Sukses

Ingin Segera Hamil Lagi

11 Jun 2015, 19:41 WIB
Wanita, 25 tahun.

Selamat sore Dok, Langsung saja ya dok,, setelah menikah saya kosong 8 bulan baru positif hamil, kemudian selama proses kehamilan saya slalu stress sehingga BB saya turun dratis dan sangat kurus dok. Mungkin karena kurang pengetahuan dan masih egois saya tidak minum obat hanya karena saya takut,,periksa ke bidan hanya 2 x selama masa kehamilan,,saya juga seorang karyawan swasta,,di usia kandungan 2 bulan saya mengalami mual dan mabok sehingga tidak nafsu makan lalu setiap muntah pasti mengeluarkan darah lalu tidak lama saya ke dokter kandungan kalo kandungan saya lemah,,tidak lama saya berhenti bekerja namun setelah dirumah saya malah tertekan dan stress,,lalu entah mungkin salah perhitungan di bidan usia kandungan sudah 9 bulan, lalu saya berhubungan intim dengan suami dan tidak lama ketuban saya pecah,,saya merasakan mules tpi bayi saya tidak mau keluar lalu saya di rujuk ke rumah sakit namun di rumah sakit di periksa usia kandungan saya belum genap 9 bulan malah masih 8 bulan,,lalu selama 2 hari lebih saya belum melahirkan krna harus di suntik pematangan paru untuk calon bayi saya dan akhirnya saya bisa melahirkan secara normal namun bayi saya lahir prematur dan harus di inkubator. Setelah itu bayi saya di inkubator 5 hari karena terlilit biaya rumah sakit akhirnya kami pulang pada pagi hari dan malam hari tiba - tiba bayi saya seprti tersedak dan mengeluarkan cairan dari hidung dan saya cium bau obat yg sangat tajam sekali,,tidak lama anak saya meninggal,,hal itu sangat membuat saya stress dan merasa kehilangan namum semenjak meninggal nya anak saya,,sudah hampir 3 tahun saya belum hamil lagi,,segala macam cara sudah saya dan suami lakukan,,mohon pencerahan nya dok. terimakasih sebelumnya.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan di antaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda. Masa subur adalah masa di mana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi Anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Di samping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan bagi Anda dan suami adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan: 

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Apabila setelah satu tahun melakukan hubungan intim secara teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi, kehamilan belum juga terjadi, perlu dicari penyebab yang mendasari baik dari pihak Anda maupun suami. Anda dapat  menjalani pemeriksaan hormonal, USG rahim, atau HSG. Untuk suami, dapat dilakukan pemeriksaan analisa sperma baik secara kualitas maupun kuantitas. Apabila ditemukan adanya kelainan agar dapat segera ditatalaksana sesuai penyebabnya. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda dan suami berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan (untuk istri) dan dokter spesialis andrologi (untuk suami) untuk tatalaksana yang lebih optimal.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar