Sukses

Hasil Endoskopi dan GERD

30 Jan 2015, 13:47 WIB
Wanita, 33 tahun.

Dok sy mau nanya Sy sdh endoskopi n hsl endoskopi sy GERD n gastritis erosiva sp ficialys Di antrum n pylorus = multivle Erosi Sp Ficialis Prtnyaan sy apakah sakit sy tersebut bs sembuh total dok krn bnyk yg blng bl luka bagian dalam itu susah sembuhnya n sy hrs brp lama ya dok mengkonsumsi obat2 spy sy bs sembuh total... Makasih bnyk dokter atas jwbannya... Dr Rita di Palangka Raya

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.

Endoskopi

Pemeriksaan ini dapat mengidentifikasi dan menilai derajat esofagitis, memonitor pasien dengan Barret's esofagus, atau ketikan dicurigai muncul komplikasi akibat GERD. Skrining endoskopi untuk GERD bukan sesuatu yang rutin dilakukan, biasanya dilakukan jika dicurigai ada gejala munculnya komplikasi. Tidak semua pasien GERD membutuhkan endoskopi.

Apa indikasi endoskopi pada pasien GERD?

  • Tidak berespons terhadap obat PPI selama minimal 8 minggu
  • Ada gejala nyeri menelan, perdarahan, anemia, muntah, penurunan berat badan
  • Skrining untuk Barret's esofagus (untuk pasien yang dicurigai)
  • Evaluasi untuk pasien yang mengalami kekambuhan pasca operasi

Dari hasil pemeriksaan endoskopi yang telah Anda lakukan ditemukan adanya GERD dan gastritis erosif. GERD yang tidak diobati barret's esofagus dapat berpotensi menjadi kanker.  Barrets esofagus merupakan komplikasi dari penyakit gastro-esophageal reflux disease (GERD). Barret's esofagus ini merupakaan perlukaan/kelainan pada lapisan esofagus/kerongkongan akibat paparan asam lambung dalam waktu lama. Sedangkan gastritis erosif yang tidak diobati dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna.

Gastro-esophageal reflux disease (GERD)

Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Jika asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) maka disebut GERD (Gastro-esophageal reflux disease).

Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Hindari stres

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, asam, makanan berlemak atau pedas.

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obat antinyeri/NSAID (ibuprofen, asam mefenamat, dll), nitrat, antikolinergik, antidepresan trisiklik.

Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. Terapi GERD biasanya membutuhkan waktu lama, bisa sampai 2-3 bulan, biasanya perkembangan dilihat setiap 1-2 minggu.

Lakukan pengobatan secara teratur dan lakukan saran-saran di atas untuk mengurangi gejala GERD. Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, saya menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam. 

Berikut kamil lampirkan artikel yang mungkin bermanfaat:

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar