Sukses

Makan atau Tidak Makan, Perut Tetap Sakit

26 Jun 2015, 08:01 WIB
Wanita, 17 tahun.

Dok kenapa ya kalau saya tidak makan perut terasa sakit,dn jika makan semakin sakit perut saya,

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

erima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Jika anda merasakan sakit perut ketika tidak makan, maka kemungkinan paling sering penyebabnya adalah akibat peningkatan asam lambung yang dapat membuat perut perih.

Namun banyak penyebab yang bisa menimbulkan nyeri perut setelah makan, untuk itu dibutuhkan lebih banyak informasi mengenai gejala dan tanda yang dirasakan agar bisa mengarahkan kepada suatu penyakit. Salah satu penyebab nyeri perut sehabis makan adalah luka / ulkus duodenalis (usus dua belas jari) atau disebut Ulkus peptikum.

Ulkus peptikum adalah perlukaan terbuka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari (duodenum). Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan ulkus peptikum, diantaranya adalah merokok, stres, faktor genetik, dan  dapat disebabkan oleh bakteri (misalnya Helicobacter pylori) atau obat-obatan yang menyebabkan melemahnya lapisan lendir pelindung lambung dan duodenum sehingga asam lambung bisa menembus lapisan di bawahnya.

Pemakaian NSAIDs (non-steroid anti inflammatory drugs, obat anti peradangan non-steroid) dosis menengah bisa menyebabkan kelainan saluran pencernaan dan perdarahan. Alkohol dan merokok dapat memicu terbentuknya ulkus. Selain itu, kopi, teh, soda, dan makanan pedas/asam juga dapat merangsang pelepasan asam lambung dan memicu terbentuknya ulkus.

Pengobatan ulkus peptikum terdiri atas penghambat H2 (misalnya ranitidin, famotidin dan cimetidin). Pada ulkus peptikum yang disebabkan oleh Helicobacter pylori, akan diberikan terapi antibiotik. Masa penyembuhan biasanya memerlukan waktu selama 8 minggu, tetapi nyeri biasanya akan menghilang setelah beberapa hari. Meskipun gejalanya telah mereda, obat harus diminum sampai habis agar infeksi benar-benar reda. 

Namun, untuk menegakkan diagnosis pasti diperlukan pemeriksaan penunjang pendukung, seperti endoskopi atau pemeriksaan rontgen lambung dengan kontras, dll. Untuk itu kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan. dengan demikian Anda dapat memperoleh penanganan yang optimal segera.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar