Sukses

Penanganan Kecanduan Narkoba

30 Dec 2014, 21:55 WIB
Pria, 25 tahun.

salam, Dok. dok, teman saya seperti oroang suges, suges "dalam artian orang yang penuh rasa takut di dalam bawah alam sadar nya..". tapi di saat normal dia masih bisa komunikasi dengan baik namun hanya dengan orang yang dia rasa kenal. temana saya ini pencandu ganja, sekrang sudah setop saat dia mengalami suges, kalu dia suges, ilusi sama polisi, kalw sepeti itu tanda dia mengalami suges yang sulit di kendalikan di depan siapun,,"tinggal kita saja yang parnoid"..tlng kasih solusi dok. TERIMAH KASIH.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Izinkan kami menjelaskan tentang penanganan kecanduan narkoba. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Yang termasuk jenis narkotika adalah:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.

  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

Kecanduan narkoba bisa disembuhkan, berikut terapi yang dapat dilakukan:

1. Tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi), tahap ini pecandu diperiksa seluruh kesehatannya baik fisik dan mental oleh dokter terlatih. Dokterlah yang memutuskan apakah pecandu perlu diberikan obat tertentu untuk mengurangi gejala putus zat (sakau) yang ia derita. Pemberian obat tergantung dari jenis narkoba dan berat ringannya gejala putus zat.

2. Tahap rehabilitasi nonmedis, tahap ini pecandu ikut dalam program rehabilitasi. Di tempat rehabilitasi ini, pecandu menjalani berbagai program diantaranya program therapeutic communities (TC), 12 steps (dua belas langkah, pendekatan keagamaan, dan lain-lain.

3. Tahap setelah rehabilitasi, tahap ini pecandu diberikan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat untuk mengisi kegiatan sehari-hari, pecandu dapat kembali ke sekolah atau tempat kerja namun tetap berada di bawah pengawasan.

Untuk setiap tahap rehabilitasi diperlukan pengawasan dan evaluasi secara terus menerus terhadap proses pulihan seorang pecandu.

Oleh karena itu kami sarankan Anda melakukan konsultasi dengan dokter agar dapat mendapatkan terapi yang optimal. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat.

Salam,

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar