Sukses

Jerawat dan Bekas Jerawat

05 Mar 2015, 16:51 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok, saya mau tanya. Umur saya 19. Waktu saya smp (sekitar umur 13 tahun) saya sudah ke dokter kecantikan karena waktu itu saya bruntusan di kening. Setelah ke dokter itu, jerawat saya memang hilang tetapi kulit wajah saya jadi berminyak, merah kalo kena matahari, dan putih yang bukan warna kulit. Akhirnya waktu saya 17 tahun saya memutuskan untuk berhenti menggunakan krim dari dokter tsb. Saat saya berhenti, jerawat saya langsung bermunculan. Sekitar 2 bulan setelah saya berhenti, kebetulan ada teman saya yang menganjurkan memakai satu produk yang katanya terbuat dari bahan alami dengan harga yang lumayan mahal. Karena teman saya yang menawarkan produk itu pun menggunakannya dan muka teman saya sudah halus (tadinya dia lebih parah dari kondisi saya saat itu dan sebelumnya saya tidak bertemu dia selama 7 bulanan), saya memutuskan untuk membeli produk tersebut. Tapi saat sebulan saya pakai, muka saya langsung sangat parah sekali dan tipe jerawatnya yang bernanah. Muka saya bahkan sampai terlihat bengkak saking parahnya. Teman saya bilang itu lagi detox, dan sebenarnya teman saya menyarankan saya ke kantor pusat produknya untuk melakukan pengecekan. Tapi karena saya kuliah sambil kerja, saya jadi tidak sempat. Karena saya tidak kuat lagi saking malu dan gatal pada wajah saya, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti memakai produk tersebut dan lagi2 mengganti dokter (bukan dokter pertama). Di dokter tersebut, jerawat saya mulai hilang dalam proses sekitar 3 bulan. Tapi saya jadi ketergantungan. Karena saat saya berhenti, jerawat itu langsung bermunculan lagi. Akhirnya sekarang saya hanya menggunakan milk cleanser, sabun bayi, dan masker bedak dingin dicampur madu setiap harinya tapi diselingi dengan perasan jeruk lemon. Yang mau saya tanyakan, apa semua obat itu membuat ketergantungan atau beberapa obat saja? Lalu apa cara yang saya pakai sekarang sudah tepat? Karena tetap saja muka saya masih parah (walaupun tidak separah detox waktu itu) padahal sudah 5 bulanan saya berhenti dari krim terakhir. Dan yang terakhir, bekas jerawat dan jerawat saya sekarang banyak di daerah pipi sampai saya pun sudah malas berkaca apalagi foto. Apa saya harus melakukan peeling? Atau ada cara lain yang lebih baik? Karena saya sudah frustasi sekali. Mohon bantuannya dok. Terima kasih. Salam, SC

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini: 

  • Stress
  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif
  • Keturunan dari orangtua
  • Bakteri di pori-pori kulit

Memang benar, stress sangat berpengaruh terhadap timbulnya jerawat. Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Gunakan sabun pencuci wajah untuk kulit berminyak. Untuk pengobatan topikal, dapat menggunakan retinoid acid dioleskan pada malam hari setiap hari. Awal penggunaan jerawat dapat muncul semakin banyak, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya. Hindari paparan sinar matahari jika menggunakan obat tersebut atau gunakan sunblock. Namun memilih sunblock juga harus berhati-hati karena sebagian besar dapat memicu munculnya komedo lebih banyak, pilihlah sunblock yang non-comedogenic. Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan dokter.

Produk kosmetik memang dapat memperparah timbulnya jerawat. Bedak dan foundation dapat menutupi pori-pori, menyumbat pengeluaran sebum dari folikel rambut, dan pembentukan komedo. Sebenarnya tidak ada larangan untuk menggunakan produk kosmetik, asalkan Anda menggunakan produk yang tepat. Namun, saat menggunakan kosmetik Anda juga harus sering mencuci muka (minimal setiap 4 jam/hari). Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk wajah berjerawat atau dengan sabun bayi. Tidak menggunakan kosmetik saat sedang pengobatan akan lebih baik.

Memang pengobatannya membutuhkan jangka waktu lama dan kesabaran. Kami sarankan agar tidak berganti-ganti dokter karena penanganan kulit berjerawat memang membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu pemantauan dan kesabaran. Jika berganti-ganti dokter, maka setiap dokter baru biasanya akan memulai pengobatan dari awal lagi.

Selain dari obat-obatan luar dan obat-obatan minum, Anda juga perlu memperhatikan diet dan kebersihan wajah. Namun, sebaiknya sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, kulit Anda akan dianalisa terlebih dahulu seperti jenis jerawat, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu, baru dipilihkan jenis cairan kimia dan konsentrasi/ kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda.

Bekas Jerawat

Bekas jerawat dapat berupa jaringan keloid yang menonjol atau berupa lapisan kulit yang masuk ke dalam. Bekas jerawat dapat dihilangkan dengan beberapa cara, misalnya dengan terapi laser, dermabrasi, dll.  Namun, penanganan bekas jerawat ini sangat tergantung dari luas serta kedalaman bekas jerawat. Pada keadaan ringan, bekas jerawat dapat memudar hanya dengan pemberian hidrokuinon 2% (termasuk dalam dosis aman) hanya tepat pada daerah bekas jerawat. Selain itu, bekas jerawat juga dapat disamarkan dengan cara pemberian krim malam yang umumnya mengandung asam retinoat yang diresepkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Kemudian cara lain yang dapat memudarkan atau bahkan menghilangkan bekas jerawat yaitu Prosedur Chemical peeling. Kedua prosedur tersebut (krim malam yang mengandung asam retinoat dan chemical peeling) bekerja dengan cara mempercepat proses regenerasi kulit, sehingga sel-sel kulit baru akan lebih cepat timbul. 

Namun, sebaiknya sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, kulit Anda akan dianalisa terlebih dahulu seperti kedalaman bekas jerawat, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu, baru dipilihkan jenis cairan kimia dan konsentrasi/ kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda.

Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk analisa faktor-faktor yang menyebabkan jerawat pada wajah Anda.?

Mengenai pertanyaan Anda tentang cara menghilangkan bekas jerawat, Anda dapat membaca artikel di bawah ini:

Berikut artikel-artikel kami mengenai "Jerawat":

Jerawat

8 Hal yang Harus Dihindari dalam Perawatan Jerawat

Diet Rendah Karbohidrat Baik untuk Jerawat

Stress dapat Memperparah Jerawat

Tetap Cantik Kala Berjerawat

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar