Sukses

Terapi Alat Vital, Bahayakah?

26 Dec 2014, 20:17 WIB
Pria, 25 tahun.

Sy pernah terapi alay fital...tnpa sy ketahui trnyata di suntik... bahaya gk dok..??? Trimakasih

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Namun informasi yang Anda sampaikan sangat minim sehingga sulit bagi kami untuk memberikan saran medis. Adapun beberapa pertanyaan yang perlu Anda paparkan adalah, apa yang Anda maksud dengan terapi alat vital? Apakah Anda memiliki gejala tertentu pada alat vital Anda? Untuk mengetahui apakah suntikan berbahaya juga diperlukan data mengenai jenis zat yang disuntikkan pada diri Anda.

Sementara, izinkan kami menjelaskan tentang gejala penis bermasalah. Apa sajakah gejala-gejala yang perlu diwasapadai? Simak paparannya berikut ini:

1. Perdarahan saat berkemih atau ejakulasi
Jika Anda mengalami kondisi ini, bisa jadi merupakan sebuah gejala dari infeksi saluran kemih ataupun gangguan prostat. Meskipun demikian, gejala ini merupakan indikasi yang pantas disepelekan. Segera periksa ke dokter, atau lebih jauh dokter spesialis bedah urologi.

2. Benjolan, Kutil, Lesi Kulit atau Kemerahan pada Penis atau Area Genital

Bila Anda menemukan kutil, luka, atau sekedar bercak kemerahan di penis atau sekitar area genital Anda, besar kemungkinan Anda mengalami gejala penyakit infeksi menular seks.

Terlebih lagi jika Anda merasakan gejala ini ketika belum lama melakukan aktivitas seksual tanpa pengaman.

Benjolan atau bintik. Terutama di area-area yang terkait dengan aktivitas hubungan seksual, seperti di daerah kemaluan, mulut dan rongga mulut, dubur/anus. Benjolan tersebut dapat berupa jengger ayam di daerah sekitar dubur atau kemaluan, pembesaran kelenjar getah bening biasanya di daerah lipat paha atau bintik-bintik berair seperti cacar air di daerah kemaluan atau mulut.

Pada infeksi HIV, mulanya biasanya disertai dengan gejala seperti flu biasa kemudian dapat sembuh sendiri, sehingga perlu pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui adanya infeksi virus HIV. Mereka yang memiliki perilaku aktivitas seksual yang berbahaya sebaiknya memeriksakan status HIVnya ke dokter.

3. Penis yang membengkok (kurvatura penis) tidak wajar

Tidak wajar yang dimaksud disini adalah diluar kewajaran penis Anda biasanya, contohnya jika ada perubahan arah lengkungan. Sejatinya penis yang membengkok adalah wajar dan sangat normal dan difaktori genetik (turunan).

Namun pantas diwaspadai jika terdapat kondisi membengkok diluar kewajaran yang menyebabkan nyeri dan menganggu aktivitas seksual. Kuravatura penis (penis membengkok) bisa disebabkan karena terjadinya benturan, aktivitas seks tidak normal (kasar, diluar kebiasaan).

Ataupun bisa juga disebabkan benturan hebat, seperti benturan (trauma) ketika olahraga dan lainnya. Konsultasikan hal ini ke dokter jika sudah mengganggu aktivitas buang air kecil dan seks.

Penis yang bengkok tentu menimbulkan kekhawatiran pada kaum pria. Normalnya, penis memang sedikit bengkok. Namun, ada keadaan yang membuat penis bengkok dengan derajat bervariasi baik ke atas-bawah, maupun kiri-kanan. Keadaan ini disebut dengan Peyronie’s Disease.

Peyronie's Diesase merupakan  keadaan terbentuknya lapisan jaringan  fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.

Salam.

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar