Sukses

Penanganan Hernia

12 Mar 2015, 16:59 WIB
Pria, 32 tahun.

apa ada kemungkinan hernia bisa pecah..dok

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Hernia memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk mengalami pecah, sebab dinding perut yang membungkus hernia tersebut cukup tebal. Namun usus yang terdapat dalam benjolan hernia tersebut dapat terjepit dan memberikan keluhan nyeri hebat, muntah, bab berdarah, dan kegawatdaruratan lainnya. Oleh sebab itu, meskipun hernia tidak dapat pecah, namun ada baiknya hernia ditangani secara segera. Berikut kami berikan penjelasan mengenai hernia.

Hernia, atau sering kita kenal dengan istilah “turun bero”, merupakan penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Hernia inguinalis dibagi menjadi 2, yaitu hernia inguinalis medialis dan hernia inguinalis lateralis. Jika kantong hernia inguinalis lateralis mencapai skrotum (buah zakar), hernia disebut hernia skrotalis. Hernia terdiri atas jaringan lunak, kantong, dan isi hernia.

Jaringan lunak yang dimaksud disini adalah usus. Jadi melalui suatu lubang di lipat paha, usus turun dari daerah perut menuju ke skrotum (buah zakar). 

Penyebab hernia inguinalis hingga saat ini masih belum dapat dimengerti dengan sempurna. Namun yang menjadi prinsip terjadinya hernia inguinalis adalah akibat peninggian tekanan di dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut (umumnya karena usia). Oleh karena itu, terdapat beberapa keadaan yang diyakini dapat menyebabkan terjadinya hernia, yaitu:

  • Mengangkat beban yang terlalu berat

  • Batuk kronis / lama (misal pada tuberkulosis paru)

  • Kegemukan

  • Mengedan (misal buang air besar keras, sulit buang air kecil karena pembesaran prostat, dsb)

  • Kehamilan

  • Asites (penumpukan cairan abnormal di dalam rongga perut)

  • Aktifitas fisik yang berlebihan

Penatalaksanaan hernia dibagi menjadi 2, konservatif dan operatif.

  1. Pengobatan konservatif terbatas pada tindakan pengembalian posisi (dengan cara mendorong masuk tonjolan yang ada secara manual) dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi (dikembalikan posisinya). Penggunaan bantalan penyangga hanya bertujuan menahan hernia yang telah direposisi dan tidak pernah menyembuhkan sehingga harus dipakai seumur hidup. Hal ini biasanya dipilih jika kita menolak dilakukan perbaikan secara operasi atau terdapat kondisi yang tidak memungkinkan untuk operasi. Cara ini tidak dianjurkan karena menimbulkan komplikasi, antara lain merusak kulit dan tonus (kekenyalan/tekanan) otot dinding perut di daerah yang tertekan sedangkan strangulasi (terlilit/terpuntir) tetap mengancam. Penggunaan penyangga tidak menyembuhkan hernia.

  2. Operasi merupakan penatalaksanaan yang lebih tepat untuk hernia. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. 

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi dan pengetahuan Anda : Hernia

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar