Sukses

Haid Tidak Teratur dan Dismenore

13 Mar 2015, 14:06 WIB
Wanita, 23 tahun.

slmt siang Dok. saya mau tanya, sudah hampir 3thn ini siklus haim saya tidak teratur,kadang 2bln bru dpt haid kadang jg 3bln. dan setiap haid saya sering mengalami sakit yg amat sangat, dan parahnya saya dapati dihaid terakhr saya bulan november kmrn perut saya seperti dililit2 dan saya mual2 pengen muntah tpi tidak ada yg keluar dimuntah trsbt. yang saya ingin tahu apa itu sangat tidak wajar dan apa ada efeknya nanti kalau saya menikah dan ingin punya baby mudahkah???

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. Dari tiga siklus yang anda sebutkan, siklus dan lama haid anda masih tergolong normal.

Haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. Gangguan hormon sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi hormonal pada awal terjadinya menstruasi pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul gangguan keseimbaangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, haid yang tidak teratur dapat juga terjadi pada :

  •  Gangguan indung telur, misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS)

  •  Stress dan depresi

  •  Sakit kronik

  •  Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)

  •  Penurunan berat badan berlebihan

  •  Olahraga berlebihan, misal atlit

  •  Adanya tumor yang melepaskan estrogen

  •  Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasi

  •  Penggunaan obat-obatan tertentu, dsb

Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Pertanyaan anda berikutnya, haid tidak teratur dapat memberikan pengaruh pada terjadinya kehamilan. Hal ini disebabkan karena sel telur yang tidak matang sempurna (kematangan terjadi pada saat haid) tidak akan dapat dibuahi oleh sperma. Namun, banyak faktor yang mempengaruhi kesulitan terjadi kehamilan, haid tidak teratur bukanlah satu-satunya faktor. Untuk mengetahui faktor-faktor tersebut kami menyarankan Anda kembali memeriksakan diri ke dokter kebidanan dan kandungan agar dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh untuk melihat ada atau tidaknya gangguan. Pemeriksaan suami pada dokter spesialis Andrologi juga dapat dilakukan, karena terjadinya kehamilan dipengaruhi faktor dari istri dan suami.

Nyeri sewaktu haid disebut dismenore (dysmenorrhea). Nyeri ini terasa di perut bagian bawah. Nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah haid. Dapat bersifat hilang timbul atau terus menerus. Nyeri ini diduga terjadi akibat adanya kontraksi rahim pada saat mengeluarkan darah haid. Sering kali rasa tidak nyaman di perut bawah dan mual disalah artikan sebagai dismenore, oleh karena itu istilah ini hanya digunakan jika terasa nyeri yang demikian hebat, hingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan aktivitasnya untuk beberapa jam hingga beberapa hari.

Dismenore dibagi menjadi 2 berdasarkan penyebabnya;

  1. Dismenore primer. Adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa adanya kelainan pada sistem reproduksi yang tampak nyata. Pada tipe ini nyeri terjadi beberapa waktu setelah menarke (menstruasi pertama), biasanya setelah 12 bulan atau lebih. Hal ini dikarenakan pada siklus-siklus mens pada bulan-bulan pertama setelah menarke umumnya belum mengeluarkan sel telur (anovulatoar) yang tidak disertai rasa nyeri. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelum atau bersamaan dengan permulaan haid dan berlangsung untuk beberapa jam, walaupun dalam beberapa kasus dapat berlangsung hingga beberapa hari. Sifat rasa nyeri kolik hilang timbul, biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. bersamaan dengan rasa nyeri dijumpai juga rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas, dan sebagainya

  2. Dismenore sekunder. Terjadi akibat adanya gangguan pada sistem reproduksi yang nyata, penyebabnya antara lain;

    • Infeksi. Nyeri terasa sebelum haid

    • Tumor. Nyeri bersifat kolik/hebat

    • Penebalan dinding rahim / endometriosis. Nyeri masih ada setelah haid berhenti

Bagaimana dengan Anda? Apakah gejala yang Anda rasakan sesuai dengan keterangan diatas? Jika ya, Pada tipe yang mana?
Jika sesuai dengan gejala dismenore primer, maka hal ini dianggap wajar, dan diberi terapi hanya jika nyeri sangat hebat tak tertahankan hingga selalu mengganggu aktivitas. Jika gejala Anda mendekati dismenore sekunder, artinya terdapat gangguan pada salah satu sistem reproduksi Anda, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengetahui kondisi dan solusi terkait masalah Anda.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar