Sukses

Oedema tungkai

12 Mar 2015, 10:36 WIB
Wanita, 24 tahun.

Dok, suami saya 35 thn, 178cm, 85 kg, diabetes, belum cek kadar gula darah selama hampir setahun, sudah hampir sebulan kakinya pitting edema, apa pertolongan pertama yg bsa dilakukan sebelum ke dokter, dan apa yg dilakukan saat ke dokter. Bengkak hanya terjadi saat pulang kantor, sekitar waktu maghrib, setelah tiduran beberapa saat bengkaknya kempes, begitu terus setiap hari, pekerjaan mostly duduk saja, pernah mengalami cidera urat di sekitar paha, bandel suka minum teh kemasan setiap hari, sejak kaki bengkak baru dia berhenti, porsi makan dan menu terjaga (tidak sering makan daging ataupun junkfood).

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Pembengkakan pada tungkai bisa disebabkan beberapa hal diantaranya adalah penyakit gagal jantung kongestif, kelainan ginjal, dan hati, varises, serta infeksi seperti selulitis dan flegmon. Apabila yang terjadi adalah infeksi, ditandai dengan kemerahan di kaki, kaki yang sakit terasa lebih panas dari jaringan yang sehat, nyeri, dan dapat disertai dengan demam. Bagaimana dengan keluhan suami Anda? Apabila tidak ada tanda infeksi, apakah  Anda ada riwayat sakit jantung, hati, atau ginjal? Bagaimana dengan frekuensi buang air kecil suami Anda?Pernahkan riwayat sakit kuning sebelumnya? Adakah keluhan nyeri dada kiri yang memberat saat beraktivitas? Apakah suami Anda memiliki varises di tungkai?

Untuk menangani keluhan tersebut sebenarnya memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter dan pemeriksaan penunjang. Diabetes merupakan faktor resiko terjadinya kelainan jantung dan ginjal. Sebaiknya suami Anda juga mengontrol kadar gula dalam darahnya. Apabila disertai gejala infeksi, dapat digunakan golongan antibiotika jenis lain seperti clindamicin. Namun apabila bukan infeksi, harus dilakukan penegakan diagnosis melalui wawancara mendalam dan pemeriksaan penunjang menyeluruh. 

Untuk menangani keluhan suami Anda, kami menyarankan untuk segera mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk penatalaksanaan lebih lanjut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar