Sukses

Telapak Tangan Berkeringat & Nyeri Dada

18 Dec 2014, 14:53 WIB
Pria, 22 tahun.

Maaf sebelumnya,, Saya punya sedikit pertanyaan dan keluhan : #Dalam ruangan berAC, telapak tangan berkeringat, terus pernah mengalami rasa sakit dada kiri secara tiba2 saat lagi tiduran.. Pada saat saya tarik nafas, rasa sakitnya aga mendingan trs saya tiduran miring baru berhenti... #Pertanyaannya : gejala diatas dikategorikan sakit jantung atau tidak?? Mohon penjelasannya dan arahannya untuk mencegah untuk tidak lebih parah lagi.. Terima kasih sebelumnya..

Terima kasih telah bertanya menggunakan fitur e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Telapak tangan yang basah dan selalu berkeringat dapat merupakan suatu keadaan yang disebut hiperhidrosis. Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan ketika kelenjar keringat memproduksi keringat berlebih yang seringkali dipicu oleh emosi atau oleh suhu. Seringkali terjadi pada telapak tangan, telapak kaki dan ketiak. Kondisi ini biasanya diturunkan dalam keluarga. 

Keluhan Anda tersebut juga dapat disebabkan banyak kemungkinan, seperti masalah saraf, hormonal dan psikis. Mengenai masalah hormon yang paling sering terjadi adalah gangguan fungsi kelenjar tiroid misalnya pada hipertiroid. Sedangkan pada masalah saraf, dapat terjadi stimulus dari saraf simpatis. Mengenai psikis terjadi karena faktor psikologis (stress). Kami sarankan sebaiknya Anda berkonsultasi ke Dokter Penyakit Dalam untuk evaluasi menyeluruh dan lebih lanjut untuk penanganan yang tepat. Anda dapat membaca artikel berikut ini untuk menambah wawasan Anda: "Hiperhidrosis"

 

Sedangkan nyeri dada dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan jantung, gangguan otot atau tulang, paru-paru, saluran pencernaan atau psikologis.

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada  kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan nitrogliserin sublingual. 

Nyeri karena masalah otot dan tulang biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri seperti ini membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain.

Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Nyeri dada bisa juga disebabkan oleh masalah psikologis, tetapi ini baru dipikirkan bila masalah-masalah lain sudah bisa disingkirkan.

Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti 

  • Merokok, berapapun jumlahnya
  • Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
  • Hipertensi
  • Kadar kolesterol HDL yang rendah
  • Diabetes Mellitus
  • Usia lanjut
  • Obesitas (IMT > 25 mg/m2)
  • Kebiasaan kurang bergerak/aktivitas fisik
  • Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita) 

Kami lampirkan beberapa artikel untuk Anda baca:

GERD atau Sakit Jantung? (30 Oktober 2013)

Selain gejala, tentunya dibutuhkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang terkait, seperti pemeriksaan rekam jantung (EKG), pemeriksaan rontgen dada, dan pemantauan. Coba konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, sehingga dapat dideteksi penyakit jika ada pada tahap awal.

 

Demikian informasi yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar