Sukses

Seperti Orang Gila Setelah Minum Aren

24 Apr 2015, 08:24 WIB
Wanita, 30 tahun.

salam dokter, saya punya abang sekitar bulan april 2014 lalu abang tiba2 seperti orang gila. awalny dia minum hanya segelas aren/tuak dengan durian. dia seperti sterss bicara yang ngk karuan, curiga, dan emosian, kemudian kami bawa ke yayasan perawatan sakit jiwa di tanjung sari medan, dia dirawat sekitar 3 bulan dan mulai membaik normal seperti layaknya manusia biasa, tetapi awal bulan ini abang kembali kambuh dan itu setalah minum tuak juga tolong solusinya dokter, terima kasih banyak

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Pertama, perlu terlebih dahulu dipastikan ada tidaknya gangguan saraf otak akibat konsumsi minuman keras yang menjadi dasar dari perubahan perilaku pada kakak Anda, untuk itu diperlukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter. Jika memang tidak ditemukan adanya kelainan, maka dapat dipikirkan penyebab gangguan psikologis.

Gila merupakan sebutan awam untuk penyakit skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim, dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (waham/keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). 

Sebagai suatu sindrom, pendekatan skizofrenia harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan aspek psikososial, psikodinamik, genetik, farmakologi, dan lain-lain.

Terdapat beberapa faktor yang dapat mengambil peran sebagai faktor resiko penyebab gangguan tersebut muncul, antara lain : 

  •  Riwayat skizofrenia dalam keluarga
  • Perilaku premorbid yang ditandai dengan kecurigaan, eksentrik, penarikan diri, dan/atau impulsivitas.
  • Stress lingkungan
  • Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini.

Namun bukan berarti gangguan ini tidak dapat disembuhkan, ada beberapa cara untuk menyembuhkan penderita. Pengobatannya terbagi atas psikofarmaka dan psikososial. Psikofarmaka menggunakan obat-obatan anti psikotik sedangkan psikososial adalah terapi perilaku.

Jika dibiarkan menahun, efek skizofrenia dapat menyebabkan gangguan fungsi pekerjaan, fungsi sosial, fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman.

Kami menganjurkan sebaiknya orang yang memiliki gejala atau diduga mengalami skizofrenia mendatangi psikiater atau dokter spesialis kesehatan jiwa. Khusus bagi penderita skizofenia yang berpotensi mengancam keselamatan diri dan lingkungannya sebaiknya dirawat di instansi rehabilitasi psikiatri (rumah sakit jiwa, dll). Untuk skizofrenia ringan dapat berobat jalan dengan mengonsumsi obat-obatan teratur dan melakukan terapi psikososial. Walaupun kasus kesembuhan pada skizofrenia itu ada, kebanyakan orang mempunyai gejala sisa dengan keparahan yang bervariasi. Secara umum 25% individu sembuh sempurna, 40% mengalami kekambuhan dan 35% mengalami perburukan. Sampai saat ini belum ada metode yang dapat memprediksi siapa yang akan menjadi sembuh siapa yang tidak, namun sebaiknya faktor pencetus dapat terus dikontrol.

Berikut adalah link artikel yang dapat membantu memberi gambaran tentang penanganan skizofrenia:

Sakit Jiwa tapi Tetap Mandiri

Kerusakan Otak Sebabkan Skizofrenia Dini

Orang Perkotaan Berisiko Terkena Penyakit Mental

Jangan Pasung Skizofrenia

Kerusakan Otak Sebabkan Skizofrenia Dini

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar