Sukses

Anak Usia 9 Bulan Susah Makan

15 Jun 2015, 18:33 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok. Mau Tanya anak saya 9 bln..tapi makan nya susah sekali.di beri bubur sereal selalu saja muntah..tapi jika makan puding lahap sekali.gimana agar anak saya mau makan nasi dan bubur sereal?trima kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, ijinkan kami mengajukan pertanyaan. Bagaimana perkembangan berat badan anak Anda sejak lahir? Makanan apakah yang anak Anda konsumsi sehari-hari? Bagaimana dengan jadwal makannya? Apakah anak Anda sudah makan makanan utama (nasi, lauk, sayur) dengan jadwal yang teratur, 3x sehari, disertai camilan di sela-sela jadwal makan utama?Bagaimanakah aktivitas fisik anak Anda? apakah anak Anda memiliki keluhan dalam kesehatannya seperti demam, diare, muntah, batuk lama atau keluhan lain?

Untuk anak usia 6-12 bulan rata-rata pertumbuhan berat badan adalah 50-80 grams/minggu. Menurut tabel pertumbuhan berat badan (WHO) di usia 9 bulan, untuk anak perempuan antara (6,5 - 10,5 kg) dengan berat badan ideal 8,2 kg, sedangkan untuk anak laki-laki antara (7,1 - 11 kg) dengan berat badan ideal 8,9 kg. Untuk panjang badan usia 9 bulan , perempuan 70 cm dan laki-laki 72 cm. Berdasarkan rujukan tersebut, kondisi berat badan dan tinggi badan anak Anda termasuk dalam kategori lebih redah dari tinggi dan berat badan rata-rata anak seusianya.

Yang perlu diperhatikan adalah asupan makanan dan aktivitas yang dilakukan. Berikan berbagai jenis makanan, termasuk buah dan sayuran sehingga seluruh kebutuhan gizinya terpenuhi dan anak mulai terbiasa untuk mengenal berbagai jenis makanan. Memang bukan hal yang mudah karena usia ini memang merupakan usia di mana anak rawan mengalami kesulitan makan. Jika anak Anda tidak menunjukkan keluhan setelah mengkonsumsi susu yang Anda berikan, nampaknya tidak masalah dengan pemberian susu tersebut. 

Pada dasarnya, anak-anak dalam usia pertumbuhan membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan kalori yang mencukupi. Kebutuhan akan sayur dan buah juga penting untuk asupan vitamin dan mineral. Hingga usia 10 tahun, anak-anak membutuhkan 100 kalori setiap kilogram berat badannya. Bila anak Anda cukup aktif (sering berlari-lari, bermain) maka membutuhkan tambahan sekitar 400 kalori lagi. Sehingga anak Anda membutuhkan 1400 kalori setiap harinya. Hal ini dapat dipenuhi dengan porsi makan 3x sehari dengan takaran 1 piring nasi dengan jumlah nasi yang cukup besar, jumlah lauk yang cukup besar dan sayur. Di sela-sela jadwal makan 3x sehari dapat diberikan camilan seperti bubur kacang hijau, puding buah, kue. Dengan demikian kebutuhan kalorinya dapat terpenuhi. Bagaimana jadwal MPASI anak Anda? 

Kami sarankan Anda untuk lebih memvariasikan makanan utama agar lebih menarik dan disukai anak, baik dari segi rasa, jenis ataupun tampilan makanan. Hal ini juga berlaku dengan alat-alat makan yang digunakan, mungkin Anda dapat mencoba mangkuk, piring atau gelas yang berwarna-warni dengan gambar-gambar yang anak Anda sukai.Hal ini mungkin dapat membantu menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Selain itu hindari pemberian cemilan yang tidak sehat seperti chiki, permen, dan lain sebagainya, karena tentu saja berat badan tidak akan bertambah mengingat kurangnya gizi yang terkandung di dalam jajanan tersebut. Perhatikan pula waktu istirahat anak karena apabila anak terus menerus bermain tanpa istirahat atau tidur siang, akan sulit menaikkan berat badan karena metabolisme tubuh akan bekerja sempurna ketika anak sedang tidur. Berikut adalah contoh jadwal makan anak sesuai usianya: https://www.klikdokter.com/tumbuhkembanganak/read/2010/07/05/78/jadwal-makan-bayi

Untuk panduan informasi lengkap Anda mengenai tumbuh kembang anak, Anda dapat mengunjungi Rubrik Tumbuh Kembang yang kami miliki, Anda juga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak Anda untuk dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung.

Berikut i sertakan beberapa artikel untuk menambah pengetahuan Anda :

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar