Sukses

Ejakulasi Dini

09 Mar 2015, 13:51 WIB
Pria, 23 tahun.

Assalamualaikum dok. Slmat siang. Sy mngalami ed, lngkh ap yg bs sy tmpuh untk mengobtiny. Sy jg mnglmi kulit kering dibgian pundk, stlh itu disertai jerawat. Ap obatny y dok

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Dari uraian yang Anda ceritakan, kemungkinan Anda mengalami gejala ejakulasi dini. Ejakulasi Dini (ED) merupakan salah satu kasus gunung es, di mana hanya sedikit pria yang berkonsultasi ke dokter untuk mengatasi masalahnya karena malu atau tidak percaya diri. ED terjadi pada 30% pria atau dalam kata lain 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini. Jumlah yang tersebut pun belum termasuk mereka yang tidak melaporkan gangguan ini ke dokter karena alasan diatas, yang berarti sebenarnya masih lebih banyak lagi pria yang mengalami ejakulasi dini dan tidak terdeteksi.

Definisi ejakulasi Dini berdasarkan American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV (DSM-IV) berarti ejakulasi berulang atau menetap dengan stimulasi seksual yang minimal, sebelum atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan. Kondisi ini tidak dipengaruhi oleh obat-obatan dan akan mengakibatkan gangguan emosi dan psikis bagi kedua belah pihak.

Penyebab Ejakulasi Dini

Sebagian besar kasus ejakulasi dini tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Penelitian menyebutkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan berlebih, depresi, stres, dan rasa bersalah dapat menyebabkan ejakulasi dini. Pada beberapa kasus, gangguan kesehatan seperti gangguan keseimbangan hormonal, penyakit diabetes melitus, gangguan saraf dan pembuluh darah merupakan penyebab dasar dari ejakulasi dini.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa ejakulasi dini diturunkan secara genetik karena ditemukannya gen dengan nama 5-HTTLPR yang bertanggung jawab untuk jumlah dan aktivitas dari serotonin. Serotonin sendiri mengontrol terjadinya ejakulasi pada pria. Pada pria dengan ejakulasi dini, serotonin mereka kurang aktif merangsang otak untuk mengontrol kemampuan ejakulasi.

Pada beberapa kasus, ED akan membaik seiring dengan waktu dan bersamaan dengan terselesaikannya masalah emosi pria tersebut. Terapi pengobatan hanya diberikan bila memang gangguan organik atau keseimbangan hormon adalah penyebabnya.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini untuk Anda adalah:

  1. Cobalah untuk lebih santai ketika melakukan hubungan intim. Hindari kondisi dikejar deadline atau perasaan ‘harus segera selesai’ ketika melakukannya. Tariklah napas dalam-dalam atau lakukan teknik relaksasi terlebih dahulu
  2. Carilah posisi yang nyaman. Posisi ‘woman on top’ akan lebih nyaman untuk pria
  3. Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual
  4. Berlatihlah senam kegel untuk membantu mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini (Baca: Senam Kegel untuk Pria)
  5. Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini:
    • Terapi seksual
      Terapi seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.
    • Terapi obat
      Obat-obatan antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter
    • Psikoterapi
      Seperti psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan seksual

Perlu dipahami bahwa selain beberapa tips diatas, kesehatan otak merupakan hal yang sangat penting di dalam kasus ejakulasi dini. Otak yang tidak sehat dapat mengganggu sel hormon sehingga mengurangi libido dan nafsu seksual seseorang. Kesehatan otak adalah yang paling utama, selain dari kesehatan jiwa dan fisik yang juga harus terjaga. Selain menjaga kesehatan otak, jiwa, dan fisik, jangan lupakan kebutuhan komunikasi bagi pasangan suami-istri.

Komunikasikan dari hati ke hati dengan pasangan Anda mengenai hubungan seksual yang Anda rasakan, apa yang diinginkan atau tidak, atau beban pikiran yang mengganggu. Komunikasi adalah jembatan penghubung antara pasutri dan merupakan obat yang cukup mujarab bagi pria dengan ejakulasi dini.

Jika Anda masih mengalami keluhan tersebut, kami sarankan agar berkonsultasi dengan dokter andrologi untuk evaluasi menyeluruh dan mendapatkan terapi yang tepat.

Jerawat

 

 

Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini: 

  • Stress

  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.

  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif

  • Keturunan dari orangtua

  • Bakteri di pori-pori kulit

Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengaruh makanan terhadap jerawat ini memang masih banyak diperdebatkan dan seringkali ditemukan hasilnya individual, namun, jika setelah dicoba dalam jangka waktu tertentu memberikan hasil yang terbaik, maka sebaiknya diet rendah lemak, rendah karbohidrat dan konsumsi produk susu yang terkontrol harus dipertahankan.

Konsumsi makanan rendah karbohidrat dapat mempengaruhi kontrol hormonal pada jerawat sehingga jerawat dapat membaik. Kadar gula dalam darah yang terkontrol dapat memperbaiki kondisi berjerawat. Selain itu, produk susu dan juga makanan berlemak sebaiknya juga dihindari. Makanan-makanan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan minyak dalam kelenjar sebasea kulit sehingga memicu terjadinya jerawat.

Kulit berminyak bisa dimiliki oleh semua perempuan dari usia muda hingga lanjut. Aktivitas kelenjar minyak (sebum) yang berlebihan adalah penyebab utamanya. Tak heran kulit berminyak mudah dikenali dengan terlihatnya permukaan kulit yang cenderung mengilap. Mengubah pola asupan nutrisi sehari-hari dapat mengatasi masalah kulit berminyak.

Hindari Makanan Berlemak

Makanan berlemak dan makanan yang digoreng sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak karena dapat meningkatkan produksi minyak di kulit. Konsumsilah makanan segar yang rendah lemak trans dan lemak jenuh. Pilih yoghurt tanpa lemak ketimbang yoghurt manis yang ditambahi susu. Olahan ikan atau unggas tanpa kulit (yang tidak digoreng) juga baik untuk disantap ketimbang ayam goreng.

Hindari Makanan Pedas

Pernahkah Anda merasa bahwa setelah mengonsumsi makanan pedas, kulit wajah jadi cenderung mengilap? Hal ini disebabkan karena makanan pedas mampu meningkatkan produksi minyak pada wajah (selain keringat). Oleh sebab itu, hindari makanan yang diolah terlalu pedas atau terlalu berbumbu.

Makanan Lainnya Pencegah Kulit Berminyak

Jeruk

Jeruk memiliki serat tinggi dan air yang membuatnya dapat dicerna dengan mudah. Selain itu, kandungan vitamin C-nya menjadi antioksidan yang mampu meningkatkan daya tahan sistem tubuh. Konsumsilag jeruk atau jus jeruk tanpa gula untuk memaksimalkan kesehatan kulit.

Air putih

Minum air cukup dapat menghidrasi tubuh dan membuat kulit terlihat sehat. Ganti minum-minuman manis dan bersoda dengan air putih. Teh hijau tanpa gula yang kaya akan antioksidan juga dapat melindungi kulit dari kerusakan. 

Selain makanan-makanan di atas, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen agar kulit tetap lembap dan elastis. Pilihlah suplemen penunjang kulit yang mengandung astaxanthin, vitamin C & E karena dapat memperbaiki struktur kolagen pada kulit yang rusak serta menutrisi kulit.

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid, benzoil peroksida, dan antibiotik topikal/oles. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk jerawat atau dengan sabun bayi setidaknya 2 kali sehari, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat. Sabun jenis apakah yang Anda gunakan selama ini?

Untuk pengobatan topikal, dapat menggunakan retinoic acid dioleskan pada malam hari setiap hari. Selain untuk mengobati komedo dan jerawat, obat ini dapat pula mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Awal penggunaan jerawat dapat muncul semakin banyak, kulit menjadi merah serta mengelupas, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya. Hindari paparan sinar matahari jika menggunakan obat tersebut atau gunakan sunblock dengan SPF minimal 30. Namun memilih sunblock juga harus berhati-hati karena sebagian besar dapat memicu munculnya komedo lebih banyak, pilihlah sunblock dan semua produk perawatan kulit yang berlabel non-comedogenic. Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan Dokter.

Anda juga dapat membaca kumpulan artikel kami mengenai jerawat untuk informasi lebih lanjut :

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)

 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar