Sukses

Warna Merah Setelah Berhubungan

17 Dec 2014, 16:44 WIB
Wanita, 24 tahun.

Dok.. saya mau bertanya, dua hari yg lalu saya berhubungan intim dengan suami saya, setelah itu saya buang air kecil, dan kencingnya itu berupa darah segar. Dan setelah keesokan harinya pada awal kencing, kencing saya normal, tapi setelah itu keluar darah sedikit. Dan setelah itu saya berhubungan lagi, dan setelah itu kencing saya kembali normal, tapi setelah beberapa jam kemudian, kencing saya keluar darah sedikit. Apakah itu berbahaya ya dok? tolong saran dan solusinya dok. Terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Perlu dibedakan apakah memang darah keluar dari vagina ataukah memang kencing Anda bercampur darah. Kepastian mengenai hal ini dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik secara langsung dan pemeriksaan laboratorium urine lengkap.

Bila keluhan darah keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dan lain sebagainya). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Apabila darah berasal dari saluran kemih, maka besar kemungkinan Anda mengalami Infeksi Saluran Kemih. Kondisi ini biasanya menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah berkemih), bisa disertai dengan perubahan warna air seni menjadi keruh atau kemerahan seperti yang Anda alami. Infeksi saluran kemih dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kemih. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kemih adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat. Karena bentuk anatomis saluran kemih pada wanita, ISK memang lebih mudah menyerang kaum hawa. Secara umum, penyakit ini tidak menular.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.
  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), BAK sakit terutama pada akhir masa berkemih, anyang-anyangan atau BAK tidak tuntas dan rasa masih ingin berkemih lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air seni yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

Berikut beberapa modifikasi gaya hidup yang dapat Anda terapkan sehari-hari untuk mencegah terjadinya ISK:

  • Tingkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih
  • Jangan pernah menahan hasrat untuk berkemih, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK
  • Segera BAK setiap selesai berhubungan seksual.

Sebaiknya Anda konsultasi dengan Dokter untuk menjalani pemeriksaan fisik secara menyeluruh, untuk memastikan ada tidaknya ISK dan atau gangguan pada organ reproduksi Anda.

Berikut adalah beberapa artikel untuk menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar