Sukses

Anak Bisa Kena HIV?

23 Apr 2015, 08:06 WIB
Pria, 36 tahun.

dokter,apakah anak usia 5tahun bisa terkena virus hiv?bila iya ciri nya seperti apa ya dokter

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Penularan HIV tidak dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan lainnya. Sehingga anak pun memiliki resiko tertular penyakit HIV ini.

Gejala HIV/AIDS pada anak tidak jauh berbeda dengan gejala pada dewasa. Berbagai gejala AIDS yang muncul umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV.

Infeksi oportunistik (infeksi yang disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal, tetapi dapat menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk) umum didapati pada penderita AIDS/HIV mempengaruhi hampir semua organ tubuh.

Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik seperti  :

  • demam
  • berkeringat (terutama pada malam hari)
  • pembengkakan kelenjar
  • kedinginan
  • lemah
  • jamur di rongga mulut
  • penurunan berat badan

Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS diantaranya dapat menyerang :

  • Paru-paru : pneumonia preumocystis, TBC
  • Penyakit saluran pencernaan : esofagitis (radang pada kerongkongan) akibat jamur / virus
  • Penyakit saraf : toksoplasmosis (radang otak akut akibat parasit toksoplasma gondii), meningitis (radang selaput otak) akibat jamur cryptococcus neoformans
  • Kanker : sarkoma kaposi, limfoma

Untuk mengetahui dengan pasti apakah anak Anda telah terinfeksi HIV, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan yang saat ini sering digunakan adalah tes antibodi, tes ini mudah dilaksanakan dan biayanya murah. Bila pada tes antibodi ditemukan hasil yang positif, maka pemeriksaan harus diulang dan bila masih positif dilakukan tes konfirmasi dengan tes Western Blot. Bila Western Blot tidak tersedia, maka hasil dinyatakan positif bila tes antibodi menunjukkan tiga kali hasil yang positif. Sebaliknya, hasil yang negatif belum tentu berarti seseorang tidak terinfeksi HIV, dapat juga infeksi tersebut masih berada dalam periode jendela (inaktif).

Prognosis atau perjalanan penyakit tentunya tergantung kondisi masing-masing pasien, sehingga sebelu menentukan masa hidup harus dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar