Sukses

Benjolan di Payudara dan Pil KB

15 Dec 2014, 16:45 WIB
Wanita, 44 tahun.

Saya memakai pil kb microgynon sdh 12 th skrg sdh 10 bln ini d payudara saya ada benjolan & berwarna merah saat ini sy minum suplemen ace maxs sy memang blm ke dokter krn sy takut hrs d operasi benarkah pil kb bs menyebabkan kanker payudara lalu sebaiknya apa yg hrs sy lakukan bisakah sy berobat alternatif untuk menghindari operasi tks

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Benjolan atau tumor di payudara pada umumnya berasal dari perubahan normal pada perkembangan payudara, siklus hormonal dan perubahan reproduksi. Berdasarkan sifatnya, benjolan ini dapat dibagi menjadi jinak dan ganas (kanker). Jenis benjolan jinak diantaranya adalah mammary dysplasia, Papiloma intraduktal, FAM, dan sistosarkoma filodes.

Benjolan dapat menyerang siapa saja, terutama bagi wanita (bahkan pria) yang sudah mendapatkan menstruasi. Kemungkinan memiliki benjolan pada wanita ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

Gejala benjolan payudara sangat bervariasi. Waspadalah tanda keganasan sebagai berikut :

  • Pembengkakan atau benjolan di ketiak
  • Kulit di sekitar payudara mengerut seperti jeruk atau disebut peau d'orange
  • Puting tertarik ke dalam
  • Keluar cairan dari puting, dapat darah, bening, atau warna lain
  • Nyeri di benjolan (namun ini subjektif)
  • Perubahan dari puting seperti rasa gatal, panas, perlukaan.

Bila Anda mengalami satu atau lebih dari gejala di atas, segera konsultasikan diri ke Dokter Spesialis Bedah, karena segala macam keganasan harus cepat ditangani.

Pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan untuk mengkonfirmasi ada / tidaknya benjolan adalah ultrasonografi (USG) dan atau mammografi. Pilihan pemeriksaan merujuk pada banyak sedikitnya jaringan lemak dan sifat kelenjar penderita.

Hubungan Pil KB dan Kanker Payudara

Berbagai macam penelitian menunjukkan hasil yang kontroversi mengenai hubungan pil KB dan risiko terjadinya kanker payudara. Para ahli menengarai hal ini dapat disebabkan oleh tinggi kadar hormon yang tergantung di dalam pil tersebut. Peneliti dari daerah Skandinavia mencatat adanya peningkatan risiko terjadinya kanker payudara pada sekelompok wanita yang mengkonsumsi pil KB, namun penelitian yang sama dilakukan 10 tahun kemudian pada sekelompok wanita yang sama yang sudah menghentikan konsumsi pil KB, memiliki angka risiko yang sama seperti wanita yang tidak pernah mengkonsumsi pil KB sebelumnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Women's Contraceptive and Reproductive Experience (Women's CARE) pada tahun 1994 hingga 1998 pun tidak menunjukkan peningkatan risiko kanker payudara pada mereka yang pernah dan atau sedang mengkonsumsi pil KB. Secara umum, penelitian-penelitian tersebut tidak menunjukkan adanya bukti yang signifikan mengenai hubungan terjadinya kanker payudara dan konsumsi pil KB.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar