Sukses

Penyebab Keputihan dan Kanker Serviks

30 Jan 2015, 14:29 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok, sy mau tanya: 1.Apa saja penyebab keputihan? 2.Apa keputihan secara terus menerus bisa terkena kanker serviks? 3.Apa gejala mengetahui kanker serviks? 4.Bagaimana pencegahannya dok? Terimakasih.

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam

  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu

  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Perlu diketahui bahwa keputihan dapat saja merupakan infeksi menular seksual. Bila disebabkan oleh infeksi menular seksual, maka baik Anda maupun pasangan (suami) perlu diobati juga agar pengobatan tuntas.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi langsung ke  dokter spesialis kandungan ataupun dokter spesialis kulit dan kelamin. Bila perlu, juga dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari cairan keputihan agar kuman penyebab diketahui secara pasti.

 

KANKER SERVIKS

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim bagian atas dengan vagina, Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV), sebagian besar disebabkan oleh HPV-16 dan HPV-18.

Faktor risiko kanker serviks diantaranya:

  • Hubungan seksual pertama kali < 16 tahun
  • Sering berganti-ganti pasangan seksual
  • Jumlah kehamilan/jumlah anak banyak
  • Merokok
  • Kontrasepsi: penggunaan kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama (>5 tahun) meningkatkan risiko kanker leher rahim sebanyak 2 kali. 
  • Daya tahan tubuh lemah:  pada wanita imunokompromise  (penurunan kekebalan tubuh) seperti transplantasi ginjal dan HIV, dapat mengakselerasi (mempercepat) pertumbuhan sel kanker dari noninvasif menjadi invasif (tidak ganas menjadi ganas)
  • Infeksi HPV (Human Papilloma Virus)

Untuk mencegah terjadinya kanker serviks, maka Anda harus menghindari faktor risiko yang disebutkan di atas. Selain itu, Anda dapat melakukan vaksinasi HPV.

Gejala kanker serviks:

  • Perdarahan abnormal atau flek (bercak perdarahan) yang keluar dari vagina terutama setelah melakukan hubungan seksual. Perdarahan dapat ditemukan di antara 2 siklus haid, saat haid (jumlah perdarahan haid bertambah), bahkan setelah menopause. 
  • Stadium lanjut: bercak vagina yang berbau, penurunan berat badan, dan obstruksi (sumbatan) dalam berkemih, nyeri panggul.

Cara mendeteksi tanda paling awal yang dapat ditemukan sebelum berkembangnya kanker serviks (lesi pra-kanker serviks) hanya dapat ditemukan melalui pemeriksaan pap smear atau IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) yang dilakukan oleh dokter umum/spesialis kebidanan dan kandungan. Jika Anda sudah pernah melakukan hubungan seksual maka dapat dilakukan pemeriksaan vagina dengan papsmear.

 

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi dan pengetahuan Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar