Sukses

Penularan HIV

19 Dec 2014, 14:34 WIB
Wanita, 19 tahun.

Saya seorang mahasiswa keperawatan saya mau tanya apakah hiv dapat menembus hand scoon atau tidak dan bagaimana cara membersihkan tangan kita yang sudah menyentuh tubuh pasien hiv

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Jadi jika tidak ada kontak langsung antara membran mukosa antara penderita dengan bukan penderita maka tidak dapat terjadi penularan. Apabila memang berciuman dan terdapat luka pada bibir maka terjadi peningkatan resiko penularan. 

Menghindari penularan terjadi dengan penderita HIV adalah dengan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, air mani, cairan vagina, ASI). Apabila Anda khawatir, Anda dapat melakukan pemeriksaan darah dalam waktu 3 bulan Anda dapat melakukan pemeriksaan HIV untuk memastikan apakah ada virus tersebut atau tidak. 

Untuk mendeteksi HIV Anda dapat melakukan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt. Antibodi HIV biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi. Masa ini disebut periode jendela (window period). Dalam masa seperti ini, bisa saja seseorang mendapatkan hasil tes negatif karena antibodinya belum terbentuk sehingga belum dapat dideteksi , tapi jika iya memang mengidap HIV sudah bisa menularkan virus.

Infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

Tahap Pertama

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

 

Gejala awal dari infeksi HIV adalah :

  • Nyeri kepala

  • Diare

  • Mual dan Muntah

  • Lelah

  • Nyeri otot

  • Nyeri menelan

  • Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada

  • Demam

Hubungi dokter segera bila Anda merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

 

Tahap Kedua

Setelah tahap serkonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis. Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun. Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

 

Tahap Ketiga  (Infeksi HIV dan AIDS)

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala dalam hal ini kondisi fisik akan terasa menurun diantaranya:

  • Lelah setiap saat

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan

  • Demam > 10 hari

  • Keringat malam

  • Berat badan menurun drastis

  • Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang

  • Sulit bernafas

  • Diare yang berkepanjangan

  • Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina

  • Mudah berdarah atau memar

Petugas medis memang sangat rentan terkena HIV maka dari itu sangat penting untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti handskoen saat melakukan kontak dengan pasien HIV. Handskoen dapat mencegah penularan, namun kita juga harus berhati-hati saat melakukan infeksi terhadap pasien. Jarum yang tajam tentu dapat menembus hanskoen dan menusuk kulit. Tertusuk jarum pasien HIV sangat berisiko tertular HIV meskipun sangat jarang kasusnya.

Mengenai cara cuci tangan yang benar, Anda dapat membaca artikel di bawah ini:

Cara Mencuci Tangan yang Benar

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar