Sukses

Benjolan Pada Vagina

14 Apr 2015, 23:31 WIB
Wanita, 22 tahun.

Siang dok,, dari pertanyaan saya sebelumnya dok kalau di vagina saya ada benjolan dok bukan bintik.. apa itu tanda2 kanker dok,, apa perlu dioperasi,, saya beruhubang intim 3 bln sekali dok,, setiap saya berhubungan intim vagina saya selalu mengeluarkan darah,, apa darah itu berbahaya dok.. terima kasih dok..

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada daerah vagina. Dalam dunia medis, semua benjolan disebut tumor. Secara garis besar benjolan (tumor) dibedakan menjadi tumor jinak atau ganas. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada bibir vagina:  

  1. Kista Bartholin/abses kelenjar Bartholin. Kista ini berasal dari kelenjar bartholin yang tersumbat. Setiap wanita memiliki sepasang kelenjar bartholin pada bibir vagina. Kelenjar yang tersumbat menyebabkan munculnya benjolan (kista) dan dapat pula terinfeksi sehingga meradang. Bila sudah radang, maka benjolan akan menjadi nyeri, kemerahan, dan hangat. Bila terdapat nanah kemungkinan sudah menjadi abses/bisul.

  2. Fibroma: tumor jinak yang berasal dari jaringan ikat pada bibir vagina

  3. Lipoma: tumor jinak yang berasal dari jaringan lemak.

  4. Sarkoma: tumor ganas yang berasal dari jaringan ikat.

  5. Adenocarcinoma Bartholin: tumor ganas dari kelenjar Bartholin  

Untuk mengetahui penyebab pasti benjolan dan apakah benjolan itu berbahaya atau tidak, diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter. Dari pemeriksaan fisik, Dokter akan dapat menduga benjolan tersebut ganas atau tidak, namun untuk mengetahui secara pasti, maka benjolan tersebut harus diangkat dan diperiksa di bawah mikroskop (histopatologi). Untuk itu, sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk pemeriksaan dan terapi lebih lanjut.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar