Sukses

SGOT SGPT Meningkat

14 Jun 2015, 10:57 WIB
Pria, 26 tahun.

Hallo DOk. saya artha yang pernah nanya masalah kenaikan fungsi hati ( SGPT - SGOT ) terimakasih atas penjelasan dokter dyah pada saya yang sangat jelas sekali. seperti saran dari Dokter dyah untuk mengecek yang berkaitan dengan fungsi Hati, Saya sudah sempat cek secara general mulai Jantung , paru2 , ginjal, lambung , usus dll. bahkan saya sempat di USG tp ternyata hasilnya sangat baik dan tidak ada gejala2 apapun juga. dan kata dokter yang memeriksa bilang saya sehat hanya saja kolestrol dan asam urat saya dikatakan agak tinggi , nah apakah itu juga salah satu penyebabnya dok???, tp saya sempat diterapi juga masalah kolestrol say dan asam urat dan terakhir saya cek l;agi semua sudah turun denagan hasil yg bagus di imbangi juga dg diet dan sedikit olahraga dok. bagaimana kira2 itu dok?? terimasih sebelumnya.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

erimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

SGOT dan SGPT merupakan enzim yang dapat ditemukan pada sel-sel hati. Karena itu jika terjadi kerusakan (nekrosis) sel-sel hati, seperti yang terjadi pada infeksi akut virus hepatitis, enzim-enzim tersebut keluar dari sel hati dan masuk ke dalam darah. Semakin banyak sel-sel hati yang rusak, semakin tinggi pula kadar SGOT/SGPT yang terukur di dalam darah. Secara laboratoris pemeriksaan enzim hati pada hepatitis akut didapati adanya peninggian SGOT dan SGPT sampai 20-50 kali normal dengan SGPT lebih tinggi SGOT daripada SGPT (SGOT/SGPT < 0,7).

Sebagian besar orang dengan hepatitis B tidak memerlukan pengobatan yang khusus selain beristirahat dan mereka akan sembuh kembali. Apabila infeksi VHB bertahan lebih dari 6 bulan (infeksi hepatitis kronik), dapat diberikan obat antivirus yang disebut interferon alfa. Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya sirosis hati dan kanker hati.

Sewaktu terjadi nekrosis sel-sel hati, konsentrasi kolesistokinin dan bombesin dalam darah meningkat tajam. Peningkatan hormon-hormon ini dapat menyebabkan rasa tidak enak pada lambung, mual dan muntah (dispepsia) dan berkurangnya nafsu makan yang menandai fase awal infeksi akut virus hepatitis. Untuk menanganinya, diberikan obat-obat yang dapat mengurangi produksi asam lambungdari sel-sel parietal lambung seperti proton-pump inhibitor (contoh: Pariet), dan yang dapat mengurangi rasa mual dan muntah yang ada seperti domperidon (contoh: Vosedon).

Sedangkan ursodeoxycholic acid pada infeksi akut hepatitis digunakan untuk mengurangi kadar enzim yang meningkat dengan cara memfasilitasi aliran empedu melalui hati dan memproteksi sel-sel hati.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

0 Komentar

Belum ada komentar