Sukses

Kanker Rahim dan Kista

12 Dec 2014, 11:00 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok.apakah kanker rahim dan kista itu sama?makasih dok

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Mungkin yang Anda maksud adalah kanker leher rahim. Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim bagian atas dengan vagina. Usia rata-rata kejadian kanker leher rahim adalah 52 tahun, dan distribusi kasus mencapai puncak 2 kali pada usia 35-39 tahun dan 60 – 64 tahun.

Kanker leher rahim sendiri merupakan keganasan yang dapat dicegah karena :

  1. Memiliki masa preinvasif (sebelum menjadi keganasan) yang lama
  2. Pemeriksaan sitologi (sel) untuk mendeteksi dini kanker leher rahim sudah tersedia
  3. Terapi lesi preinvasif (bibit keganasan) cukup efektif

Gejala paling umum dari kanker leher rahim adalah perdarahan abnormal dari vagina atau flek (bercak) vagina. Perdarahan abnormal ini terutama terjadi setelah berhubungan seksual,  namun dapat muncul juga perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, menoragia, atau bercak / perdarahan postmenopause. Bila perdarahan berlangsung dalam jangka waktu lama maka pasien dapat mengeluh lelah dan lemas karena anemia yang dialaminya.  Bercak kekuningan yang encer diikuti dengan bau amis dapat merupakan tanda-tanda keganasan. Gejala biasanya baru muncul ketika sel yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya.

Sedangkan kista pada organ reproduksi wanita biasanya terjadi di ovarium atau indung telur. Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung yang berisi cairan yang ditemukan di ovarium. Selama fase menstruasi, ovarium akan menghasilkan telur dari pematangan kantung yang disebut folikel. Kebanyakan dari kista ini tidak berbahaya atau dibilang sebagai kista yang fungsional. Hanya sekitar 4-10% yang mengalami gangguan kista serius seperti PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome).


Kista yang fungsional dapat tumbuh sampai sebesar 6 cm namun umumnya tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan memang memerlukan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak akan diperlukan terapi apapun.
Kista fungsional dimana umumnya berukuran < 6 cm hanya diobservasi dan di-USG setiap 2 bulan sekali. Cara lainnya adalah menggunakan pil kontrasepsi. Penggunaan pil kontrasepsi bisa mengurangi kemungkinan munculnya kista yang baru.

Gejala apakah yang Anda alami? Kami menganjurkan jika Anda memiliki gejala tertentu terkait organ reproduksi Anda, dapat segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar