Sukses

Gusi Berdarah dan Cara Agar Tidak Bau Mulut

12 Dec 2014, 11:43 WIB
Pria, 22 tahun.

Siang dok Mau tanya.knp setiap kali saya gosok gigi ko drhy sering klr dr sela gigi yh.cara bt biar ga klr lagi.th gmn Trs ap harus ganti pasta gigi.th bahaya buat gusi + gigi ga yh. Trs cara biar mulut ga bau Makasih

drg. Arni Maharani

Dijawab Oleh:

drg. Arni Maharani

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi.

Saya memahami kekhawatiran Anda. Gusi berdarah adalah salah satu tanda peradangan gusi. Tanda lainnya adalah gusi bengkak dan berwarna lebih merah dari jaringan lunak sekitarnya. Penyebab yang paling umum dari gusi berdarah adalah peradangan yang disebabkan oleh karena karang gigi. Maka untuk memastikan apakah gusi berdarah yang Anda alami ketika menggosok gigi adalah karena karang gigi atau bukan diperlukan pemeriksaan ke dokter gigi dan bersihkanlah karang gigi Anda. Jika setelah karang gigi dibersihkan gusi masih suka berdarah maka perlu dicurigai adanya penyebab lain. Peradangan gusi atau yang dalam bahasa kedokteran disebut gingivitis dapat disebabkan oleh beberapa hal.

  1. Yang utama adalah kebersihan mulut yang buruk, di mana banyak akumulasi plak di permukaan gigi yang menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
  2. Gusi juga menjadi lebih mudah berdarah bila di sekitar leher gigi banyak terdapat kalkulus atau karang gigi.
  3. Adanya perubahan hormonal juga dapat menyebabkan gusi mudah berdarah, namun utamanya terjadi pada wanita, misalnya saat sedang hamil.
  4. Konsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan peradangan gusi, seperti obat anti konvulsan (epilepsi), pain kllers, atau perawatan seperti kemo atau radioterapi
  5. Trauma atau cedera, misalnya penggunaan tusuk gigi yang berlebihan.
  6. Defisiensi/kekurangan zat gizi tertentu seperti vitamin K dan C
  7. Penyakit sistemik, seperti penyakit liver, ginjal, atau diabetes dapat bermanifestasi dalam rongga mulut dalam bentuk gusi berdarah.

 

Berikut cara mengatasi bau mulut (halitosis)

  1. Sikat gigi dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
  3. Pembersihan permukaan lidah secara teratur. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut.
  4. Pemakaian obat kumur anti bakteri untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam mulut sesuai anjuran dokter gigi.
  5. Scaling (pembersihan karang gigi).
  6. Perbaikan dan penambalan gigi-gigi yang berlubang.
  7. Berhenti merokok.
  8. Pada kasus-kasus xerostomia/ mulut kering , dokter gigi mungkin akan memberikan saliva buatan. Perbanyak minum air putih dan konsumsi sayuran serta buah-buahan.
  9. Lakukan kunjungan secara teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk kontrol rutin dan pembersihan.
  10. Lakukan konsultasi dengan dokter bila halitosis berkaitan dengan penyakit sistemik.

Jika sudah rajin menjaga kebersihan gigi. Kemungkinan bau mulut yang diderita diakibatkan penyakit sistemik. Akan tetapi diagnosa belum dapat dipastikan jika belum dilakukan pemeriksaan fisik, maka untuk menentukan penyebabnya secara pasti maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter gigi secara langsung.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar