Sukses

Amankan USG Kehamilan Setiap Bulan

12 Dec 2014, 13:36 WIB
Wanita, 27 tahun.

MElakukan USG setiap bulan apakah berbahaya bagi janin?

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Pemeriksaan USG dalam kehamilan sebenarnya dilakukan untuk beberapa tujuan, diantaranya adalah :

  • Untuk mendiagnosis dan memastikan adanya kehamilan. Biasanya dilakukan pada usia kehamilan sekitar 5 minggu. USG juga ditujukan untuk melihat lokasi kehamilan (di dalam rahim atau diluar rahim)
  • Untuk mengetahui penyebab terjadinya perdarahan dalam kehamilan
  • Untuk menentukan usia kehamilan dan ukuran janin
  • Untuk mendiagnosis adanya cacat janin 
  • Untuk mengetahui letak plasenta
  • Untuk mengetahui adanya kehamilan kembar
  • Untuk memperkirakan jumlah air ketuban
  • dll

Untuk mendeteksi hal-hal tersebut, pemeriksaan USG memang tidak harus dilakukan setiap bulannya. Namun tidak seperti pemeriksaan sinar x (foto rontgen), pemeriksaan USG yang dilakukan untuk mengevaluasi kehamilan Anda tidak akan memberikan akibat buruk terhadap janin Anda, meskipun pemeriksaan tersebut dilakukan setiap bulan.

Sebenarnya tidak ada aturan khusus mengenai frekuensi seorang wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan USG. Namun, dalam keadaan normal seorang wanita hanya perlu 3 kali melakukan pemeriksaan USG selama kehamilannya, yaitu :

  1. Pemeriksaan pertama pada usia kehamilan sekitar 7 minggu untuk mengkonfirmasi kehamilan, menyingkirkan kemungkinan hamil diluar kandungan, melihat denyut jantung janin dan mengukur panjang janin (crown-rump length)
  2. Pemeriksaan kedua saat usia kehamilan 18-20 minggu untuk mendeteksi adanya cacat janin. Pada usia ini, ukuran janin sudah cukup besar sehingga dokter dapat mendeteksi kelainan anatomi janin dengan lebih akurat. Disamping itu, pemeriksaan USG kedua ini juga bertujuan untuk memastikan diagnosis hamil kembar, mengevaluasi pertumbuhan janin dan letak plasenta
  3. Pemeriksaan ketiga saat janin berusia sekitar 32 minggu atau lebih untuk mengevaluasi ukuran dan berat janin (pertumbuhan janin), mendeteksi lebih lanjut kelainan janin, posisi plasenta.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar