Sukses

Berciuman Dengan Penderita HIV

11 Dec 2014, 16:12 WIB
Pria, 23 tahun.

Begini dok Saya 2 mingguan yang lalu berciuman dengan seseorang pengidap HIV. .yang ternyata Dia sudah mengidap HIV selama 1 tahun, , Saya jelas kaget dan takut tertular saya ingat kami sempat bertukar air liur. .Pas saya tanya apa dia berdarah ketika kami berciuman, jawab dia Tidak. .tapi dia tidak yakin Gusinya berdarah apa tidak. .Saya jelas Cemas. .Tapi mulut saya sendiri ketika berciuman memang Tidak berdarah. . .Apa yang harus saya lakukan Dok? Saya sangat takut tertular

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter. 

Kami memahami kekhawatiran Anda. 

HIV (Human Imunodeficiency Virus) merupakan suatu infeksi virus yang dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh dengan mengahancurkan sel darah putih khusus untuk pertahanan tubuh. Sedangkan, AIDS merupakan penyakit akibat terinfeksi virus HIV. HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI.

Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Gejala awal umumnya tidak spesifik berupa demam, sakit kepala, penurunan berat badan, gejala mirip sakit flu. Namun pada tahap lanjut akan terjadi infeksi pada berbagai organ seperti otak, paru dan organ lain.

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita HIV diperlukan adanya data wawancara medis secara lengkap, pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksan darah. HIV dapat terdeteksi dengan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt.

Pada dasarnya Virus ini umumnya ditemukan dalam cairan-cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan ejakulat, atau cairan vagina orang yang terinfeksi dan akan ditransmisikan pada beberapa keadaan berikut:

  • saat melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HIV (anal, vaginal, atau oral)

  • berbagi jarum suntik dengan seseorang yang terinfeksi HIV

  • terpajan HIV sejak dalam kandungan, saat proses kelahiran, atau saat menyusui

  • terpajan cairan tubuh lain (terutama darah) dari seseorang yang terinfeksi HIV, seperti melalui transfusi, melalui luka baik luka yang terlihat maupun tidak terlihat kasat mata

Seperti cairan tubuh lainnya, pada individu yang terinfeksi HIV maka dalam air liurnya terdapat virus ini, tetapi potensi penularan melalui melalui air liur lebih rendah atau lebih kecil dibandingkan melalui darah atau cairan tubuh lainnya. Terdapat beberapa faktor penghambat dalam air liur yang menyebabkan penurunan infektivitas HIV. Untuk dapat memastikan kami sarankan Anda melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan dilakukan pemeriksaan HIV melalui tes darah.

Kami lampirkan beberapa artikel untuk Anda baca terkait HIV: 

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. 

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar