Sukses

Suami Sulit Mengendalikan Emosi

19 May 2015, 22:45 WIB
Wanita, 39 tahun.

Suami saya orang terlalu sensitif, pikirannya selalu jelek menilai saya. Seperti saya terlambat pulang kerja dia langsung berpikiran negatif. Kalau emosi terlalu tinggi dia bisa memukuli saya sejadi-jadinya, sekuat tenaga dia dan juga keluar kata-kata kotor yang sangat tidak enak didengar.Sebelum menikah dengan saya suami saya itu duda yang ditinggal lari istrinya dengan meninggalkan 3 orang anak pada suami saya. Apakah itu bisa menjadi pengaruh dengan sifat nya kepada saya dok? atau ada penyebab lain dok?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Marah adalah salah satu bentuk emosi manusia  yang sepenuhnya bersifat normal dan sehat. Setiap individu pasti pernah marah dengan berbagai alasan.  Meski merupakan suatu hal yang wajar dan sehat, namun jika tidak dikendalikan dengan tepat dan bersifat destruktif maka amarah akan berpotensi besar untuk menimbulkan masalah baru, seperti masalah di tempat kerja, di keluarga, atau pun hubungan interpersonal.

Faktor penyebab mengapa seseorang menjadi marah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: external dan internal. Faktor external adalah hal-hal yang datang dari luar diri sang individu. Contoh: anda marah karena terjebak macet. Di samping hal-hal external tersebut, kemarahan juga dapat disebabkan oleh adanya faktor-faktor yang ada di dalam diri anda. Dengan kata lain  ada unfinished business yang bisa memicu anda untuk marah. Contoh: ketakutan atau kekuatiran terhadap suatu hal tertentu, ketidakmampuan dalam berinteraksi.

Individu yang mudah sekali menjadi marah biasanya adalah mereka yang memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap suatu tekanan atau hal-hal yang menyebabkan rasa frustrasi. Individu seperti ini menganggap bahwa mereka tidak selayaknya menerima kondisi yang tidak menyenangkan.  Mereka sangat sulit mengambil hikmah dari situasi yang tidak menyenangkan dan menjadi marah ketika situasi "tidak berpihak" mereka  seperti ketika sedang dikritik atau ditegur karena melakukan suatu kesalahan.

Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam menyalurkan dan mengendalikan amarah adalah :

  1. Mengekspresikan Kemarahan secara tidak agresif : relaksasi, humor, mengubah cara pandang, selesaikan masalah secara tuntas, melatih cara berkomunikasi, mengubah lingkungan, dan melakukan konseling apabila dengan cara-cara di atas tidak berhasil
  2. Menahan Amarah dan Mengalihkannya : berhenti memikirkan amarah dan mencoba memfokuskan diri pada sesuatu hal yang positif. Tujuannya adalah agar dapat mengurangi rasa marah yang sedang meluap dan mengubahnya menjadi tindakan yang konstruktif
  3. Menenangkan Diri : menarik nafas dalam-dalam dan mencoba meredakan emosi. Dalam hal ini ketika amarah datang maka anda segera mengambil jarak dari sumber penyebab kemarahan dan mencoba untuk mengendalikan emosi yang sedang bergejolak di dalam diri anda sendiri

Intinya adalah pengendalian diri suami Anda dan niatannya untuk berubah. Tentu saja didukung oleh anda dan keluarga lainnya. Apabila kondisi ini semakin mengganggu maka sebaiknya konsultasikan ke psikiater atau psikolog untuk membantu mengandalikan amarah suami Anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar