Sukses

Bahaya Bila Penis Tidak Disunat

14 Apr 2015, 21:49 WIB
Wanita, 26 tahun.

Apkh laki2 yg tdk disunat tdk berbahaya scr medis bagi istrinya? Jika ya jenis sunat apa yg cocok utk pria 30 th keatas? Trims

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Infeksi merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi jika penis tidak disunat. Ini diakibatkan kulit yang menutupi kepala penis rentan menjadi sarang kuman apabila tidak dibersihkan secara teliti. Hal ini bisa berlanjut tidak hanya infeksi pada kulit saja namun bisa menjalar ke infeksi saluran kemih yang membuat rsa nyeri saat berkemih. Selain itu jika penis tidak disunat menyebabkan resiko terkena penyakit menular seksual menjadi lebih besar, hal inilah yang menjadi bahaya pada pasangan dimana suami tidak disunat. Oleh karena itulah sunat dianjurkan bagi setiap laki-laki.

Berikut ini adalah beberapa contoh manfaat yang didapat setelah sunat;

  • Mencegah penumpukan smegma, yaitu zat lengket, berwama putih yang sering berbau tidak sedap di lipatan kulit kulup. Apakah ini yang Anda maksud dengan bintik-bintik putih tadi?
  • Sunat juga dapat mengurangi sisa-sisa kotoran yang ada di sekitar kepala penis dan lipatan kulit.
  • Pria yang disunat lebih higienis, memudahkan pembersihan.
  • Memperlama hubungan badan, karena kulit kulup yang sensitif sudah dibuang.
  • Menghindari ED/disfungsi ereksi, karena tingkat kesensitifan kepala penis berkurang akibat terbiasa kontak dengan kain celana dalam.
  • Menghindari penyakit akibat jamur dan berbagai penyakit infeksi lainnya.
  • Mencegah penyakit berbahaya AIDS, cepatnya penis mengering setelah kontak seksual, mempersingkat harapan hidup HIV di penis setelah kontak seksual dengan pasangan dengan HIV-positif.

Sebetulnya terdapat tiga macam metode sunat, yang pertama adalah sistem cincin dimana ujung kulit penis dijepit dengan sebuah alat sehingga jaringan ujung kulit tersebut mati karena tidak mendapatkan suplai darah, dan akhirnya lepas sendiri. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan metode kauter dan laser, yaitu sunat dengan menggunakan energi panas. Keuntungan dari metode ini adalah lama prosedur yang cepat dan bersih, dalam arti, tidak keluar darah dalam jumlah banyak. Namun, proses penyembuhan jaringan nantinya akan lebih lama, karena sebetulnya darah diperlukan dalam proses penyembuhan tersebut.

Metode terakhir adalah metode konvensional yang menggunakan gunting serta jahitan. Kebersihan atau kesterilan dari cara ini tergantung dokter yang melakukan. Semua dokter dapat melakukan metode ini dan dapat dilakukan dengan fasilitas terbatas. Sedangkan metode laser hanya dapat dilakukan di pusat pelayanan kesehatan besar seperti Rumah Sakit dan dilakukan oleh dokter yang telah memiliki kompetensi dalam tindakan tersebut. Karena dilakukan pembiusan lokal, metode sunat manapun tidak terasa sakit sewaktu dikerjakan.

Proses sirkumsisi (pengkhitanan) merupakan termasuk tindakan operasional klinis yang sudah dapat dilangsungkan di klinik umum berskala kecil yang menyediakan fasilitas pendukung tatalaksana prosedur operasi tersebut. Atau, Anda dapat mencari informasi lebih lanjut seputar institusi kesehatan yang menyediakan jasa pelayanan khitan tanpa batasan segmen usia dengan menggunakan fitur Pencarian Rumah Sakit / Klinik dengan menelusuri eksistensi kategori jasa Bedah Umum yang ditawarkan rumah sakit / klinik terkait tersebut.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar